Kisah Warga Desa di Maluku Berjibaku Menandu Jenazah Lewati Laut agar Sampai TPU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenazah  harus ditandu melawati laut untuk menuju ke tempat pemakaman di dusun wailisa desa loki, kecamatan Huamual kabupaten Seram bagian Barat Maluku. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah harus ditandu melawati laut untuk menuju ke tempat pemakaman di dusun wailisa desa loki, kecamatan Huamual kabupaten Seram bagian Barat Maluku. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 12 orang bahu membahu menggotong peti mati di tengah terjangan ombak di pesisir Dusun Wailissa, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Minggu (29/06) sore. Keseimbangan harus dijaga agar warga dan peti yang dipanggul tak jatuh ke laut.

Peti itu berisi jenazah Opa Octavianusi Sairpaly. Jenazah harus ditandu melewati laut untuk menuju ke tempat pemakaman umum setempat. Cukup sulit medan yang dilalui lantaran sedang terjadi gelombang tinggi dan pasang air laut.

Tak hanya memanggul peti mati, warga yang mengantar juga harus berenang di tengah tingginya air laut yang mencapai dada orang dewasa.

Kondisi ini cukup menyulitkan setiap prosesi pemakaman warga Dusun Wailissa.

Pendeta Melianus Sihasale, Ketua Majelis Jemaat GPM Lokki, mengatakan kondisi ini telah lama terjadi.

“Hari ini kembali lagi kita, ada dalam prosesi pemakaman salah satu anggota jemaat, dan kondisi jalur ke tempat pemakaman umum lebih parah, kondisi air pasangnya sangat besar sampai setinggi dada orang dewasa," ujarnya.

Jenazah harus ditandu melawati laut untuk menuju ke tempat pemakaman di dusun wailisa desa loki, kecamatan Huamual kabupaten Seram bagian Barat Maluku. Foto: Dok. Istimewa

Katanya jenazah ditandu melalui laut karena tidak ada infrastruktur jalan menuju ke tempat pemakaman umum yang jaraknya sekitar satu kilo meter. Sebab, bila harus melewati jalur darat, maka rute harus memutar dan melewati hutan serta rawa.

Melianus berharap pemerintah daerah menaruh perhatian terhadap kondisi warga Desa Dusun Wailissa. Agar tak ada lagi jenazah yang harus ditandu melewati laut dengan berbagai risiko berbahaya bagi pengantarnya.

“Harapan saya sebagai pelayan umat di Lokki, kiranya ada perhatian dari pihak-pihak terkait, pemerintah daerah, pemerintah desa, supaya persoalan jalan ke tempat pemakaman umum ini bisa teratasi," harap Melianus.

"Infrastruktur jalan sangat penting dibutuhkan saat ini, sebab prosesi pemakaman warga tidak bisa ditunda, jika sudah waktu ditentukan, jalan harus ada, proses pemakaman bisa berjalan dengan baik, dan menghindari hal hal yang kita tidak inginkan bersama," imbuhnya.

Menurut Melianus, warga Dusun Wailissa telah berkali-kali menyuarakan kondisi ini ke pemerintah Desa Lokki untuk membangun jalan setapak dengan menggunakan anggaran dari ADD ataupun DD.

Namun hingga kini belum juga mendapatkan respons. Kini warga berharap pemerintah kabupaten bisa mengambil langkah untuk pembangunan jalan ke TPU.