Kisah Warga di Cianjur Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Rusak Setinggi 25 Meter

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melewati jembatan rusak. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melewati jembatan rusak. Foto: Dok. Istimewa

Warga di Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpaksa menantang maut dengan bergelantungan melewati jembatan yang rusak untuk beraktivitas sehari-hari.

Jembatan gantung yang hanya tersisa bentangan sling atau tali kawat itu terbentang di atas Sungai Cisokan, Kampung Ciputat, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan menjadi satu-satunya akses jalan terdekat penghubung warga di wilayah itu.

Seorang warga Kampung Ciputat, Rustandi (35) mengatakan, jembatan itu menjadi akses jalan terdekat menuju ladang warga yang ada di Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung.

Disebutkan Rustandi, jembatan sepanjang 52 meter di atas aliran Sungai Cisokan itu sudah mengalami kerusakan sejak dua tahun terakhir.

"Sering juga khawatir terjatuh, tapi ini satu-satunya akses jalan terdekat menuju ladang warga," kata Rustandi, kepada wartawan, Rabu (22/6).

Warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melewati jembatan rusak. Foto: Dok. Istimewa

Tidak hanya warga, sejumlah siswa juga sering menggunakan akses jembatan itu agar bisa lebih cepat sampai ke sekolah mereka.

"Hanya satu atau dua orang siswa saja yang masih berani melintas dengan bergelantungan pada tali kawat jembatan. Untuk mempercepat sampai di sekolah. Tapi sering kita minta agar tidak memaksakan karena terlalu berbahaya," jelasnya.

Rustandi menyebutkan, ketinggian jembatan dengan permukaan air Sungai Cisokan sekitar 25 meter dan kedalaman sungai mencapai 7 meter.

"Semoga segera ada pembangunan, agar warga nyaman dan aman saat melintas. Kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengangkut hasil tani jika menggunakan jalur lain yang jaraknya mencapai 10 kilometer," ujarnya.

Warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melewati jembatan rusak. Foto: Dok. Istimewa

Sekretaris Desa Salamnunggal Asep Sopandi mengatakan, jembatan gantung yang dibangun sekitar tahun 1990 itu kondisinya sudah tidak layak untuk dilintasi.

"Rusaknya sudah cukup lama. Saat ini warga secara swadaya akan memperbaiki jembatan dengan menggunakan bambu sebagai alas berpijak. Namun saat ini warga terkendala oleh kawat untuk mengikat bambu," kata Asep.

Asep mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan itu sudah dibahas oleh dua pemerintahan Desa Salamnunggal, Cibeber dan Desa Sukarama, Bojongpicung.

"Rencana pembangunan jembatan nanti tidak akan di lokasi yang sama, pembangunan akan dilakukan di bagian hilir dari jembatan yang rusak saat ini," pungkas Asep.