Kisah Warga Yogya Tanam Padi di Galon Bekas, Panen Perdana 10 Kilogram Gabah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan

Keterbatasan lahan tak menyurutkan warga di Kampung Wirobrajan, Kota Yogyakarta, untuk bercocok tanam. Tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri, puluhan warga memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi di tengah perkampungan untuk menanam sayur-mayur.

Dari sayur-mayur, inovasi berkembang ke ternak lele hingga yang paling terbaru adalah menanam padi di atas galon bekas. Warga tidak menggunakan pestisida dalam mengembangkan pertanian ini.

Nugroho, warga yang juga pemilik lahan, mengatakan kelompok tani ini sudah ada cukup lama. Dulu, warga mendapatkan pelatihan dan bantuan bibit dari dinas pertanian. Namun, ketika dibawa pulang ke rumah masing-masing dan ditanam, bibit sayur-mayur itu malah mati.

"Terus kita buat komunal dijadikan satu. Kebetulan di sini ada tempat, dikumpulkan di sini itu tahun 2024 (lahan milik Nugroho). Ternyata dikumpulkan di sini, ternyata tanamannya malah hidup karena dipelihara bersama-sama, gitu," kata Nugroho saat acara panen perdana padi, Jumat (25/9).

Dalam perjalanannya, warga terus belajar, berinovasi, hingga berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Aneka tanaman mulai ditanam, seperti cabai, tomat, hingga terong.

"(Galon bekas untuk tanam padi) Pertama saya ya coba iseng aja kok. Lainnya tanaman bisa hidup, nah gitu. Terus galon padi juga di sini juga bisa, saya gitu. Terus saya berinovasi, kalau padi itu kita tanam di sini tapi airnya tidak keluar itu. Jadi kita kalau galon padi itu tidak dilubangi memang. Itu teknik kami itu," katanya.

Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan

Galon sengaja tidak diberi lubang agar air tidak keluar dan terbuang. Media untuk menanam padi ini adalah tanah dan pupuk kandang.

"Ternyata kalau kita penggunaan airnya pas, tidak terlalu basah, juga tidak terlalu kering, itu padinya juga akan tumbuh optimal," katanya.

Padi yang ditanam adalah Inpari 32 yang memiliki masa panen sekitar 110 hari. Galon-galon berisi padi ini disiram sekitar dua hari sekali. Air tersebut berasal dari bekas limbah lele yang juga diternak warga.

"Kita menggunakan media itu dengan pupuk kandang cuma di awal saja. Jadi pupuk kandang, tanah. Tanah kita olah sebetulnya kayak kita saring, kalau di sini kan banyak batu-batu karena tanah ini kan bekas galian sebetulnya, pemanfaatan. Kalau kita di sini tanah beli," ujarnya.

Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan

1 Galon Bisa Panen 88 Gram Gabah

Satu galon ini bisa menampung sekitar 40 malai padi. Setelah dihitung, satu galon mampu menghasilkan 88 gram gabah.

"Galon ini ada 120 galon (di sini). Sekitar 9-10 kilogram (gabah)," katanya.

Hasil panen ini kemudian dijual kepada warga sekitar dengan harga yang lebih murah daripada harga pasaran. Hal ini sudah dilakukan sejak lama untuk sayur-mayur seperti tomat, sawi, hingga terong.

"Jualnya ke masyarakat sini juga. Jadi kan kita kerja sama dengan kampung, ketua kampung, RT, RW. Nah, nanti jual ada grupnya toh itu? 'Pak, ini sudah siap panen', nanti dari grup pengurus itu sudah ada WA gitu, 'Ini siapa yang Ibu-ibu mau panen?'. Kayak lele juga gitu, kalau kita siap panen di grup aja udah banyak yang ngelist pesan sekilo, dua kilo," kata Nugroho.

Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan

Beranggotakan 30 Orang

Ketua Kelompok Tani Swa Katon Asri, Sutrisno, mengatakan kelompok ini beranggotakan sekitar 30 warga.

"Artinya kita gotong royong, ada kerja sama, menanam apa yang ada ditanam," kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan warga di kampungnya memiliki keterbatasan lahan karena tinggal di tengah kota yang padat.

Beberapa warga yang masih memiliki sedikit lahan juga menanam sayuran di rumahnya.

"Ada yang ada, ada yang nggak. Karena ada yang memang nggak ada tempatnya," katanya.

Apresiasi Wali Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang hadir dalam panen padi perdana turut mengapresiasi warga.

"Alhamdulillah ini panen perdana untuk padi. Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, saya menyampaikan apresiasi kepada kelompok Tani Swa Katon Asri dan seluruh warga yang telah mengembangkan kegiatan pertanian terpadu ini," kata Hasto.

Hasto mengatakan hal ini merupakan jawaban atas bagaimana masyarakat mampu mengatasi keterbatasan lahan perkotaan. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya secara kreatif hingga bisa menanam padi dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam.

"Kemudian dipadukan dengan budidaya ikan lele, serta aneka sayuran seperti cabai, tomat, terong, dan berbagai tanaman pangan lainnya," katanya.

"Dan kalau kita bandingkan dengan sawah, ternyata padinya ini satu galon bisa 30 tangkai dan totalnya bisa 100 bulir ya? 100 gram, ya. 100 gram berarti bisa 1 ons. Satu galon ini 1 ons. Kalau 1 hektare ini diperkirakan minimal 9 ton. Iya, ini luar biasa. Sedangkan kalau panen di sawah biasa kadang-kadang 1 hektare 7 ton, ya. Tetapi ini 1 hektare 9 ton, ya," kata Hasto.

Mantan Bupati Kulon Progo ini mengatakan, selama 1,5 tahun menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta, baru kali ini dia bisa panen padi di Kota Yogyakarta.

"Dan saya selama jadi 1,5 tahun jadi wali kota baru hari ini panen padi di kota. Jadi, sebelumnya belum pernah panen padi di kota," ujarnya.

Warga di Kampung Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang tergabung dalam Kelompok Tani Swa Katon Asri menanam padi di galon bekas, Jumat (25/9/2026). Foto: Panji/kumparan

GKR Hemas: Ini Jadi Contoh

Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas juga hadir di panen perdana padi galon. Permaisuri Keraton Yogyakarta itu mengatakan apa yang dilakukan warga di Wirobrajan ini bisa menjadi contoh untuk warga lain.

"Menjadi contoh bahwa sebetulnya tidak harus punya lahan di sawah atau di kebun tetapi di rumah tangga, di halaman mungkin ini bisa dilakukan. Kira-kira seperti itu," kata GKR Hemas.

"Jadi untuk kebutuhan rumah tangga sebetulnya bisa," ujarnya.

GKR Hemas mengapresiasi penguatan ketahanan pangan yang telah dilakukan warga Wirobrajan. Menurutnya, ke depan, hal ini bisa berkembang dengan adanya peternakan.

"Seharusnya ada bebek atau ayam terus ada kolam ikan. Satu pekarangan sebetulnya bisa," katanya.

"Ayamnya nggak usah banyak-banyak lima saja sudah ngendog (bertelur)," pungkasnya.