Kisruh Hotman Paris vs Otto Hasibuan, Bagaimana Awal Mulanya?

19 April 2022 13:10
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Hotman Paris Hutapea  Foto: Munady
zoom-in-whitePerbesar
Hotman Paris Hutapea Foto: Munady
ADVERTISEMENT
Langkah Hotman Paris Hutapea mengundurkan diri dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mengejutkan sejumlah pihak. Bahkan, secara terang-terangan, Hotman Paris langsung menyatakan bergabung dengan Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hengkangnya Hotman Paris diduga terkait permasalahan dengan Ketua Umum Peradi, Otto Hasibuan. Diduga, berawal dari sindiran soal gaya hidup terkait dansa hingga Lamborghini.
Dalam akun media sosialnya, Hotman Paris beberapa kali mengunggah video yang isinya menyinggung Otto Hasibuan. Hotman Paris menyinggung pernyataan Otto Hasibuan yang diduga menyindir dirinya.
Dalam salah satu unggahannya, Hotman Paris mengunggah video Otto Hasibuan saat memberikan sambutan. Belum diketahui kapan acara tersebut. Namun tertulis acara itu ialah Pembekalan Profesi Advokat dan Diskusi Hukum.
"Berapa orang di antara kalian atau siapa di antara kalian yang ingin menjadi advokat itu karena ingin mendapatkan Lamborghini? Atau Ferrari?" kata Otto dalam video tersebut.
Menurut Otto, ia sempat bertanya kepada salah satu advokat mengenai alasannya memilih profesi tersebut.
Kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Otto Hasibuan Foto: Marcia Audita/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Otto Hasibuan Foto: Marcia Audita/kumparan
"Jawabnya karena saya pengin mendapatkan klien artis yang banyak, yang cantik-cantik," ujar Otto.
ADVERTISEMENT
Ia pun melanjutkan sambutannya tersebut dengan kembali bertanya kepada peserta yang hadir soal alasan menjadi advokat.
"Saya tanya adakah kalian pengin jadi advokat supaya bisa seperti yang gini-gini tuh?" kata Otto sambil menggoyangkan tangan kirinya. Beberapa orang tertawa melihat hal tersebut.
"Loh kok ketawa, belum saya cerita baru gini-gini sudah ngerti, oh tahu. Nah siapa, berapa orang yang ingin seperti itu? Ada loh banyak kan, yang gini-gini, banyak," sambung Otto yang kembali menggoyangkan tangan kirinya.
Menurut Otto, menjadi kaya atau punya banyak uang tidak salah. Namun, ia mengingatkan menjadi advokat karena punya cita-cita menjadi kaya merupakan hal yang rentan. Sebab, cenderung akan menghalalkan semua cara.
"Menjadi kaya tidak salah dan sangat perlu. Punya uang tidak salah sangat perlu. Saya juga pengin kaya, saya juga pengin punya Lamborghini, saya juga pengin Ferrari. Tapi yang ingin saya sampaikan pada kalian sekali anda bercita-cita menjadi advokat supaya kaya, cilakahlah anda," papar Otto.
ADVERTISEMENT
"Kenapa? Kan ada jawabnya. Kalau anda menjadi seorang lawyer supaya kaya maka otak anda hanya anda berputar untuk melakukan sesuatu perbuatan agar anda kaya sehingga Anda akan cenderung melakukan perbuatan menghalalkan segala cara," sambungnya.
Hotman Paris merasa pernyataan hal tersebut menyindir dirinya meski Otto tidak menyebut nama. Sebab, gaya yang ditunjukkan Otto dinilai merujuk pada dirinya. Hotman Paris yang kerap bergaya dengan tangan digoyang serta sering mengunggah mobil Lamborghini.
Dalam beberapa unggahan video di media sosialnya, Hotman Paris menjawab soal sindiran yang diduga ditujukan kepada dirinya. Ia turut menyebut Otto Hasibuan sebagai mantan sahabat.
"Dari cara anda menerangkan dengan cara gini-gini (tangan digoyang) semua tahu itu Hotman Paris, dan juga anda menyebut Lamborghini dan sebagainya, itu tahu itu siapa," kata Hotman Paris dikutip dari akun Instagram pribadinya.
ADVERTISEMENT
"Waktu pelantikan advokat, anda katanya hampir setengah jam ngomongin tentang gaya advokat yang mencari uang, pakai Lamborghini pake jari begini-gini (tangan digoyangkan), semua orang tahu itu maksudnya Hotman Paris," sambungnya.
Hotman heran dengan adanya kritik yang diduga ditujukan kepadanya. Sebab, ia mengaku beberapa kali membantu Otto Hasibuan. Termasuk ketika Otto Hasibuan maju dalam pemilihan Ketum Peradi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kamu tahu enggak ketika perebutan ketum, saingan kamu meminta saya untuk mendukung dia, tapi saya waktu itu menolak untuk membantu saingan kamu, karena saya merasa kamu adalah saudaraku, kamu adalah temanku, dan tidak ada satu pun perbuatanku yang menyakiti hatimu, tapi kenapa dalam pelantikan advokat dan dewan kehormatan anda kritikannya semua orang tahu itu mengarah ke saya," papar Hotman.
ADVERTISEMENT
"Kamu tahu saya sukses bukan baru-baru ini, sudah puluhan tahun, dan itu gaya saya," sambungnya.
Dalam unggahan lain, Hotman Paris mengaku siap untuk berdiskusi terbuka dengan Otto Hasibuan terkait dengan gaya hidup advokat. Sebab menurut dia, gaya hidup merupakan ranah pribadi yang bukan pelanggaran etik.
"Dalam berbagai acara anda menyebut-nyebut bahwa pengacara yang memamerkan kemewahan itu seolah-olah melanggar kode etik, bahkan anda meminta dewan kehormatan untuk memeriksa advokat tersebut," kata Hotman.
"Kalau advokat dansa-dansa di Bali atau dansa-dansa di klub itu urusan pribadi, enggak ada kaitannya dengan dewan kehormatan. Arti kode etik ialah kalau selama melaksanakan tugas ia bergaya hal-hal tidak etis, kalau ini kan tidak ada kaitannya," imbuhnya.
Ia kemudian balik menyinggung Otto Hasibuan untuk mengecek akun Instagramnya sendiri serta orang-orang terdekatnya. Menurut Hotman, Otto Hasibuan dan lingkungan terdekatnya juga pernah melakukan hal yang sama terkait gaya hidup.
ADVERTISEMENT
"Saya minta Saudara Otto Hasibuan membeli kaca pembesar, coba periksa semua Instagram kamu dan orang-orang di sekitar kamu, orang-orang terdekat dalam hidupmu. Lihat Instagram kamu di mana kamu memamerkan mobil mewah dengan anakmu apalagi dengan orang-orang di sekitarmu. Orang-orang terdekat kamu pamer berlian, pamer shopping, bahkan naik pesawat pun dipamerkan biar orang tahu apakah itu bisnis atau ekonomi," papar Hotman Paris.
"Tolong periksa Instagram kamu dan orang-orang di sekitar kamu, kamu akan melihat siapa yang sebenarnya pamer harta," sambungnya.
Kini, Hotman Paris memilih keluar dari Peradi yang dipimpin Otto Hasibuan. Bahkan ia balik menyerang dengan mempertanyakan SK Menkumham soal kepengurusan Peradi di bawah pimpinan Otto Hasibuan.
"Apakah anda mempunyai SK Menkumham tentang pengesahan anda sebagai pengurus peradi, anda sudah pernah menjabat 2 kali sebagai Ketum Peradi, menurut anggaran dasar hanya boleh 2 kali, anda sekarang ini sudah menjabat untuk periode yang ketiga," kata Hotman dalam unggahan video lain di Instagram.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Hotman Paris menyatakan bergabung dengan DPN Indonesia. Dari keterangan kartu tersebut, keanggotaan Hotman Paris berlaku hingga 21 Desember 2022 nanti. Tidak ada keterangan kapan tepatnya Hotman Paris bergabung depan DPN.
Mundurnya Hotman Paris juga terungkap dari surat yang diterima Peradi. Namun, Peradi menyebut surat pengunduran diri Hotman Paris masih dalam pertimbangan.
“Ada suratnya, tetapi kami sedang mempertimbangkan apakah itu dikabulkan atau tidak. Kalau kami kabulkan melanggar Pasal 30 Undang-Undang Advokat,” kata Ketua Peradi Otto Hasibuan dikutip dari Antara, Sabtu (16/4).
Otto menambahkan, proses untuk mengabulkan pengunduran diri Hotman Paris mungkin akan memakan waktu yang cukup lama.
Sebab, Peradi masih ingin meninjau apakah persoalan pengunduran diri ini bertentangan dengan Pasal 30 Undang-Undang Advokat.
ADVERTISEMENT
"Pengunduran diri belum kami jawab apakah dikabulkan atau tidak. Kami sedang mencermati berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang Advokat, semua setiap advokat itu wajib menjadi anggota Peradi," kata Otto.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Pusat Peradi Adardam Achyar enggan berkomentar terkait pengunduran diri Hotman Paris.
"Seorang hakim hanya boleh bicara melalui putusan. Kami minta maaf dengan catatan Peradi karena putusan telah dibacakan secara terbuka, dan Peradi juga sebagai warga negara tentu mengedepankan keterbukaan publik," kata Adardam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020