Kiswah Ka’bah Akan Diganti pada Malam Tahun Baru Islam 1 Muharam
·waktu baca 2 menit

Jemaah yang berada di Masjidil Haram, Makkah, tak lama lagi akan disuguhi pemandangan langka yang khidmat. Bertepatan dengan malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H, kain penutup Ka’bah (kiswah) akan diganti dengan yang baru.
Prosesi yang sangat dinantikan ini melibatkan puluhan petugas khusus dan teknisi yang akan menurunkan kiswah lama secara perlahan, lalu membentangkan kiswah baru setinggi 14 meter ke seluruh dinding Ka’bah.
Mengutip The Holy Mosques, prosesi pergantian kiswah akan dimulai setelah salat Asar pada Senin, 15 Juni waktu setempat dengan pemasangan cincin-cincin shadharawan (tali dasar) dan pelepasan tabir pintu Ka'bah.
Pada malam hari setelah Isya atau Selasa (17/6) dini hari WIB dilanjutkan dengan membuka jahitan sisi-sisi kiswah lama hingga pemasangan kiswah baru pada tengah malam.
"Saat fajar di hari pertama Muharam, Ka'bah akan diselimuti kain penutup (kiswah) barunya, menandai dimulainya tahun baru Hijriah,” dikutip dari Saudi Gazette, Senin (15/6).
"Penggantian tahunan ini tetap menjadi peristiwa luar biasa yang mencerminkan perhatian berkelanjutan yang dicurahkan bagi Masjidil Haram, serta warisan Islam yang terus diperbarui dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” lanjutnya.
Tradisi mengganti kiswah dulunya dilakukan pada 9 Zulhijah saat jemaah haji berada di Arafah untuk wukuf sehingga Masjidil Haram dalam keadaan sepi yang memudahkan proses pergantian kiswah. Namun, sejak 2022, penggantian kiswah diubah menjadi pada malam 1 Muharam.
Sekilas Kiswah Ka’bah
Kiswah diproduksi di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci (King Abdulaziz Complex for Holy Kaaba Kiswah) yang berlokasi tak jauh dari Masjidil Haram, Makkah.
Proses pembuatannya melibatkan sekitar 200 hingga 250 pengrajin, seniman, dan teknisi berkebangsaan Arab Saudi yang sangat terampil.
Pembuatan dilakukan dengan memadukan teknologi mesin tenun modern untuk kain dasarnya, dan keahlian tangan manual untuk menyulam kaligrafi ayat Al-Quran menggunakan benang emas dan perak.
Biaya produksi kiswah ini sekitar Rp 85 miliar-Rp 105 miliar (tergantung fluktuasi kurs). Bahan baku kiswah antara lain ratusan kg sutra murni yang diimpor dari Italia yang kemudian diwarnai menjadi hitam pekat, 120 kg benang emas murni, dan 100 kg benang perak.
Total luas kain Kiswah mencapai sekitar 658 meter persegi, yang terdiri dari 47 bagian kain yang dijahit menjadi satu kesatuan utuh.
Kiswah lama yang dipensiunkan nantinya akan dipotong-potong untuk dijadikan suvenir untuk mitra atau tamu Kerajaan Arab Saudi.
