Kitabisa Langsung Tindaklanjuti Kasus Singgih Foya-foya Pakai Uang Donasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Singgih Shahara. Dok: Kitabisa.
zoom-in-whitePerbesar
Singgih Shahara. Dok: Kitabisa.

Komika lokal Semarang, Singgih Shahara, diduga menipu publik dengan menjual cerita sedih, yakni atas kondisi ibunya yang mengidap penyakit gagal ginjal dan kondisi anaknya yang mengalami speech delay.

Kisah sedih dari Singgih itu kemudian menjadi sebuah penggalangan dana lewat Kitabisa—platform penggalangan dana—dan terkumpul Rp 80 jutaan.

Di luar Kitabisa, yakni ke perorangan dan ke yayasan, Singgih pun membuka penggalangan dana lain sehingga total semua donasi yang terkumpul adalah Rp 250 juta.

Alih-alih menggunakan uang donasi untuk pengobatan ibu dan anaknya, Singgih justru diduga berfoya-foya: Membeli iPhone, PlayStation, membayar kontrakan, hingga cicilan pinjaman online (pinjol).

Kitabisa pun telah menerjunkan perwakilan untuk langsung menemui Singgih pada Rabu (20/3). Begini pernyataan resmi Kitabisa:

Siang ini tim Kitabisa sudah bertemu langsung dengan Singgih Shahara untuk konfirmasi dan validasi tentang galang dana yang dibuat di Kitabisa, berikut updatenya:

1. Seperti yang kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana yang bersangkutan, benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu pengobatan

2. Sebagian dari donasi yang terkumpul melalui Kitabisa telah digunakan untuk pengobatan dan biaya penunjang pengobatan seperti pembelian susu, mainan untuk terapi anak, transportasi rumah sakit dan pembayaran kontrakan untuk Singgih dan keluarganya

3. Singgih mengaku sisa sebagian lain penggunaan dana yang sudah dicairkan dari Kitabisa tidak bisa dia pertanggungjawabkan karena tidak bisa memberikan bukti penggunaan donasi, dengan alasan nota terbuang dan sebagian donasi digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari

Tindak lanjut dari Kitabisa:

1. Telah menutup galang dana Singgih dan donasi tersisa akan dialihkan ke penerima bantuan lain sesuai syarat dan ketentuan Kitabisa

2. Singgih sudah membuat pernyataan tertulis untuk mengembalikan selisih donasi di Kitabisa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan

3. Kitabisa memberikan opsi Pengembalian Donasi (Refund) untuk donatur galang dana Singgih Shahara.

Kitabisa memiliki kebijakan pengembalian donasi kepada donatur untuk galang dana yang terbukti menyalahi syarat dan ketentuan Kitabisa.

Untuk donatur yang telah berdonasi di halaman galang dana Singgih dan ingin mengajukan pengembalian, silakan cek email atau halaman kabar terbaru untuk teknis pengembalian donasi

Kami mengapresiasi semua laporan dan partisipasi aktif publik dalam mengawal galang dana yang ada di platform Kitabisa

Terima kasih sudah bersama menjaga kepercayaan publik dalam berdonasi online dan semoga insiden ini tidak memadamkan semangat kita semua untuk membantu sesama 🙏

Public Relations Manager Kitabisa, Fara Devana, telah mengonfirmasi pernyataan tersebut kepada kumparan pada Rabu malam (20/3).

Korban Singgih Turut Bergerak

Singgih Shahara (kanan) saat mediasi bersama perwakilan Kitabisa dan perwakilan korban di Kelurahan Karanganyar Gunung. Foto: Dok. Istimewa

Selain tim Kitabisa, yang menemui Singgih pada Rabu pagi (20/3), adalah Zulfikar dan seorang korban lain.

Rumah Singgih itu berada di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candiri. Lurahnya, Nurhayati Budi Wahyuningtias, pun turun tangan menangani masalah ini.

"Ibu Lurah cukup terbuka dan membantu, beliau minta maaf meski tidak salah dan beliau itu memastikan akan mendukung untuk mengusut," ujar Zul kepada wartawan pada Rabu sore (20/3).

Singgih Tidak Miskin

Menurut Zul, setelah bertemu dan melihat Singgih, Singgih bukanlah orang yang tergolong miskin. "Orang cukup lah," katanya.

Zul menilai penyakit ibu dan anak Singgih itu bahkan cukup ditalangi BPJS tanpa perlu melibatkan publik untuk berdonasi.

"Tapi, tadi itu (pengakuan), karena memang (Singgih) keenakan memancing empati publik, 1 bulan kalau dihitung-hitung bisa dapat Rp 20 juta sampai Rp 30 juta," ujar Zul.

Ibu Singgih Tidak Tahu

Ibu Singgih ternyata tidak tahu kelakuan Singgih menggalang dana itu.

"Ibunya setiap minta, ada Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, paling besar Rp 500 ribu," kata Singgih.

Korban Menuntut Data Rekening Singgih

Zul menceritakan awal mula kecurigaannya terhadap Singgih adalah ketika Singgih tetap meminta donasi kendati telah terkumpul Rp 20 juta.

"Bahkan menggalang dana juga dari perorangan dan yayasan," kata Zul.

Menurut Zul, para korban ingin Singgih membuka data rekeningnya supaya ketahuan jelas ke mana uang donasi yang terkumpul itu.

"Langkah selanjutnya, kalau memang akhirnya tidak ada yang dipertanggungjawabkan, kita ke kepolisian. Ini plan B ketika Singgih tidak bisa menunjukkan rekening korban," kata Zul.

Diminta Kembalikan Rp 200 Juta

Rully Aditya Bratha, Kasi Pemerintahan, Ketentraman, dan Penertiban Umum Kelurahan Karangayar Gunung, yang mewakili Lurah, mengatakan hasil mediasi antara Singgih dengan korban dan Kitabisa:

"Jadi hasil mediasi tadi, Singgih diminta untuk mengembalikan dana yang digunakan di luar pengobatan ibu dan anaknya. Nominalnya sekitar Rp 200 juta, dari Kitabisa memberikan deadline sampai 30 Juni 2024," kata Rully.

"Apabila belum bisa mengganti maka akan diteruskan ke proses hukum. Kemudian dari Kitabisa juga meminta print out rekening koran di rekening BCA Singgih sejak tahun 2021. Mediasi berjalan baik dan kooperatif dengan menandatangani surat pernyataan," kata Rully.

Kitabisa: Donasi yang Terkumpul Rp 80 Juta Bukan Rp 200 Juta

Fara Devana selaku Public Relations Manager Kitabisa, kepada kumparan pada Rabu malam (20/3) menjelaskan bahwa total donasi dari 2 penggalangan dana yang dilakukan Singgih di Kitabisa adalah sekitar Rp 80 juta.

"Rp 80 juta. Donasi senilai Rp 200 juta ini setahu saya adalah donasi dari netizen di Twitter yang dikawal Mas Zoelfick," kata Fara.

Fara melanjutkan, "Nominal yang diminta kembalikan oleh Kitabisa bukan semua Rp 81 jutaan tapi hanya donasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan."

"Kalau Singgih tidak bisa mengembalikan, kami akan konsolidasi lagi di lapangan bersama Singgih untuk mencari win-win solution-nya," kata Fara.

Fara membenarkan memberi waktu kepada Singgih 3 bulan, menimbang kondisi ibu dan anak Singgih yang memang benar sakit dan perlu pengobatan.

"Yang pasti kepada para donatur kami yang dirugikan oleh tindakan Singgih, Kitabisa memberikan garansi donasi. Para donatur bisa mengeklaim pengembalian donasi mereka yang caranya sudah kami sampaikan melalui update di halaman galang dana Singgih yang masuk juga ke email para donatur," kata Fara.

Hingga berita ini ditayangkan, Singgih belum memberikan komentar ke wartawan atas kasus ini.