KJRI Davao Temui WNI Istri Militan Maute

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao Filipina telah bertemu dengan Warga Negara Indonesia Minhati Madrais yang ditahan kepolisian setempat. Perempuan asal Bekasi itu merupakan istri pemimpin Milisi Maute, Omar Khayam.
Milisi Maute merupakan kelompok teror yang melakukan aksinya di Filipina Selatan, termasuk di Kota Marawi. Kelompok pro-ISIS itu sempat menguasai sebagian wilayah Marawi sebelum akhirnya kembali direbut Militer Filipina bulan lalu.
Keterangan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal, saat ini Minhati dan anak-anaknya diamankan di kantor polisi wilayah tempatnya ditangkap.
"Tim KJRI Davao sudah memperoleh akses kekonsuleran dan bertemu dengan Minhati Madrais, istri Omar Khayyam," ucap Iqbal kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (7/11).
"Minhati dan 6 anaknya dalam keadaan sehat dan memperoleh perlakuan yang baik oleh Kepolisian Iligan City," sambung dia.
Belum bisa dipastikan di mana Minhati akan diproses hukum. Kepolisian setempat saat ini dalam posisi menunggu perintah pusat.
"Kepolisian Iligan City masih menunggu lebih lanjut arahan Manila terkait penanganan Minhati dan anak-anaknya, termasuk apakah Minhati akan diproses hukum di Manila atau di Iligan City," tambah dia.
Pada Minggu (5/11) lalu, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, Kepolisian Filipina melakukan penangkapan terhadap Minhati dan 6 anaknya.
"Minhati ditangkap di 8017 Steele Makaers Village, Tubod Iligan, pada Minggu 5 November 2017," sebut Rikwanto.
Rikwanto menjelaskan, sejumlah barang bukti juga disita dari penangkapan itu. Di antaranya 4 buah blasting cap, 2 buah detonating cord dan 1 time fuse.
