KJRI Hong Kong Sebut 42 WNI Hilang Usai Kebakaran, Pencarian Diintensifkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap mengepul setelah kebakaran terjadi di Wang Fuk Court, sebuah perumahan di distrik Tai Po, Wilayah Baru Hong Kong, Kamis (27/11/2025). Foto: Chan Long Hei/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul setelah kebakaran terjadi di Wang Fuk Court, sebuah perumahan di distrik Tai Po, Wilayah Baru Hong Kong, Kamis (27/11/2025). Foto: Chan Long Hei/AP Photo

Puluhan WNI masih hilang akibat kebakaran di apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong pekan lalu. Saat ini KJRI Hong Kong tengah mengintensifkan upaya pencarian para WNI tersebut.

Kebakaran di kompleks apartemen berisi dua ribu unit menyebabkan sembilan WNI tewas. Terkait jumlah WNI yang hilang usai kebakaran KJRI Hong Kong menyebut jumlahnya masih dinamis.

"Per data Minggu (30/11) pukul 17:00 waktu setempat, sebanyak 42 WNI belum dapat dikonfirmasi baik keberadaan maupun kondisinya. Namun demikian, jumlah tersebut masih dinamis, termasuk dengan perkembangan di sepanjang hari ini," kata Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan, Senin (1/12).

Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti doa bersama untuk korban kebakaran apartemen di Hong Kong, Minggu (30/11/2025). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Dia kemudian mengatakan, statistik soal berapa jumlah WNI yang hilang akan di-update secara berkala setiap harinya.

Sementara terkait pencarian para WNI tersebut, Clemens menyebut koordinasi erat dilakukan pihaknya bersama aparat keamanan setempat.

"KJRI Hong Kong, bersama dengan otoritas setempat terkait, terus berusaha secara intensif untuk memetakan keberadaan para WNI yang belum ditemukan," jelas dia.

Adapun total korban jiwa kebakaran dahsyat itu per Senin ini menyentuh angka 146 orang.

Laporan kantor berita AFP, Hong Kong merupakan rumah bagi 370 ribu pekerja migran asing. Sebagian besar mereka berasal dari Indonesia dan Filipina.