KJRI Hong Kong Upayakan Percepat Pemulangan Jenazah 9 WNI Korban Kebakaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS

KJRI Hong Kong berupaya memulangkan WNI korban kebakaran di Wang Fuk Court secepat mungkin. Kebakaran itu menyebabkan sembilan WNI tewas.

“Tentunya repatriasi jenazah WNI diupayakan sesegera mungkin,” ucap Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan, Selasa (2/12).

“Namun demikian, tentu terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, termasuk perampungan proses identifikasi, verifikasi dan proses-proses lain yang dilakukan oleh otoritas setempat,” sambung dia.

Oleh sebab itu, Clemens menyebut sampai sekarang belum ada tanggal pasti mengenai kapan pemulangan itu terlaksana.

Adapun data dari Kemlu RI pada Senin (1/12), selain sembilan korban jiwa, sebanyak 100 WNI yang tinggal di apartemen itu selamat dari kebakaran.

Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti doa bersama untuk korban kebakaran apartemen di Hong Kong, Minggu (30/11/2025). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Sedangkan satu WNI lainnya di sana menderita luka. Sampai saat ini 30 WNI di apartemen tersebut nasibnya masih samar.

Total korban jiwa bencana tersebut, menurut laporan otoritas Hong Kong, mencapai 151 orang.

Saat ini kepolisian juga telah menangkap 13 orang atas dugaan pembunuhan. Sementara badan antikorupsi menangkap 12 orang dalam penyelidikan dugaan korupsi.

Belum jelas apakah ada di antara mereka yang ditangkap atas kedua tuduhan tersebut.

kumparan post embed

Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Distrik Taipo terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kala itu 7 dari 8 menara apartemen sedang direnovasi/pemeliharaan.

Apartemen itu terdiri dari 2.000-an unit dan dihuni sekitar 4.500 orang. Mayoritas WNI yang tinggal di sana bekerja sebagai pekerja migran sektor domestik.