Klaim Dapat Dukungan Mayoritas Parlemen, Anwar Ibrahim Siap Jadi PM Malaysia

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politisi Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: REUTERS/Lim Huey Teng
zoom-in-whitePerbesar
Politisi Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: REUTERS/Lim Huey Teng

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim pada Rabu (23/9) mengklaim mendapat dukungan mayoritas parlemen.

Dengan demikian, Anwar menyatakan berhak membentuk pemerintahan baru. Dia bahkan berencana segera bertemu Raja Malaysia untuk meminta restu membentuk pemerintahan baru.

Anwar yang butuh dukungan Raja menjadi PM baru Malaysia, mengklaim pemerintahan PM saat ini, Muhyiddin Yasin, telah jatuh.

Anwar Ibrahim. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

"Kami mendapat dukungan kuat parlemen," ucap Anwar seperti dikutip dari Reuters.

"Saya berbicara bukan lima enam kursi, tapi kursi lebih banyak," sambung Anwar Ibrahim yang juga ketua koalisi oposisi Pakatan Harapan ini.

Dalam UU Malaysia untuk membentuk pemerintahan dibutuhkan dua pertiga dukungan parlemen Malaysia yang berjumlah 222. Anwar tak membeberkan berapa kursi yang sudah mendukungnya.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto: AFP/Mohd RASFAN

Dia hanya memastikan, pemerintahan Malaysia baru di bawah komandonya akan stabil.

"Kami butuh pemerintahan stabil untuk menjalankan dan menyelamatkan negara," ucap dia.

Sepanjang 2020, politik Malaysia kerap berguncang. Muhyiddin bahkan baru memerintah kurang tujuh bulan.

embed from external kumparan

Kursi orang nomor satu didapat Muhyiddin usai menyingkirkan politikus gaek terpopuler di Negeri Jiran, Mahathir Mohamad. Kala itu, Muhyiddin dapat kursi PM usai berhasil mengamankan dukungan Partai UMNO.

Terpilihnya Muhyiddin jelas membuat Anwar kecewa berat. Sebab, saat Mahathir jadi PM Malaysia pada 2018 lalu, kursi kepala pemerintahan sempat dijanjikan kepada Anwar.

Anwar menuduh ada pengkhianatan besar di pemerintahan, yang bertujuan menghalanginya jadi Perdana Menteri.