Klarifikasi Ferdinand Hutahaean soal Cuitannya di Twitter yang Menuai Sorotan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di rumah SBY di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018). Foto: Adhim Mugni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di rumah SBY di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018). Foto: Adhim Mugni/kumparan

Eks politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean mengklarifikasi cuitannya di akun Twitter pribadinya yang menuai sorotan. Ferdinand menegaskan tak bermaksud menyinggung kelompok hingga agama tertentu.

Dia mengatakan cuitan itu hanya merupakan dialog imajiner dirinya ketika sedang merasa terpuruk.

"Yang mau saya sampaikan kali ini bahwa cuitan saya tersebut tidak sedang menyasar kelompok tertentu, kaum tertentu, orang tertentu atau agama tertentu. Yang saya lakukan itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya," kata Ferdinand melalui akun Twitternya, Rabu (5/1).

"Ketika saya down, tidak perlu saya harus bercerita di Twitter, medsos bahwa saya sedang down. Tetapi saya melakukan dialog imajiner dengan hati saya antara pikiran dan hati saya. Pikiran saya menyatakan 'hai Ferdinand kau akan habis tidak ada yang bisa menjagamu Allahmu lemah'. Tetapi kemudian hati saya berkata 'hai kau tidak, Allahku kuat jadi jangan samakan, Allahku dengan Allahmu, aku kuat ada yang menjagaku selalu," jelas dia.

Dia pun menyayangkan ada pihak yang salah paham dengan cuitannya tersebut. Namun, ia menegaskan tak ada niat untuk menyerang kelompok tertentu.

Ferdinand Hutahaean. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Tapi kemudian orang merasa ada yang dituduh merasa ada yang diserang dan bahkan orang-orang tertentu yang selama ini selalu menggunakan kata tabayun-tabayun ternyata tidak tabayun. Tapi ikut-ikutan memelitir. Tapi tidak apa-apa sekali lagi saya tegaskan tidak ada niatan untuk menyerang kelompok tertentu agama tertentu kaum tertentu atau orang tertentu," kata dia.

Ferdinand mengungkapkan dirinya sempat mengalami beban yang cukup berat. Ia pun meminta maaf kepada siapa pun pihak yang merasa tak nyaman dengan cuitan yang disampaikannya.

"Kebetulan kemarin saya sedang banyak beban tapi tidak apa-apa, saya minta maaf kepada siapa pun yang merasa cuitan saya mengganggu atau membuat siapa pun tidak nyaman tapi intinya adalah itu dialog imajiner antara pikiran dan hati saya bukan menyerang siapa pun," kata dia.

"Tidak mungkin saya bicara dengan orang lain Allahmu allahku karena kita punya Tuhan yang satu. Jadi tidak mungkin saya bicara itu kepada siapa pun kecuali kepada diri saya sendiri," sambung Ferdinand.

Berikut cuitan Ferdinand:

Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela.

Konferensi pers Kombes Pol Ahmad Ramadhan terkait penggrebekan terduga teroris di Makassar, Jumar (16/4). Foto: Youtube/Div Humas Polri

Diketahui, dari cuitan tersebut, Ferdinand dipolisikan atas dugaan ujaran kebencian dan SARA. Laporan tersebut dibuat Haris Pertama yang mengaku dari KNPI.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik akan mengumpulkan bukti terkait laporan tersebut. Bila bukti cukup, penyidik akan memanggil Ferdinand.

“Penyidik akan mengumpulkan bukti-bukti. Sampaikan cukup pastinya akan dipanggil,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dia belum tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan penyidik untuk mendalami dan mengumpulkan bukti. Dia meminta semua pihak menunggu.

“Kita tunggu aja. Proses akan ditindaklanjuti,” ujar Ramadhan.