Klarifikasi TGB soal Pertemuan dengan Pejabat KPK di Lapangan Tenis

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eks Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (kedua kiri) bersama Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli (kanan) di lapangan Tenis Wira Bhakti. (Foto: Facebook/Farid Makruf)
zoom-in-whitePerbesar
Eks Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (kedua kiri) bersama Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli (kanan) di lapangan Tenis Wira Bhakti. (Foto: Facebook/Farid Makruf)

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menanggapi soal beredarnya foto kerbersamaannya dengan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli. Pertemuan itu sempat menjadi sorotan lantaran KPK sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) di NTB.

TGB menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Firli itu terjadi pada 13 Mei 2018 di sebuah lapangan tenis. Menurutnya, saat itu pertemuannya tidak sengaja dan sebelum ia diminta keterangan oleh pihak KPK.

“Pada 13 Mei kalau tidak salah dan itu jauh sebelum saya diklarifikasi dan mengetahui ada proses pengumpulan data atau penyelidikan,” ucap TGB di Penang Bisto, Pakubowono, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Eks Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (tengah) bersama Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli (kedua kiri) di lapangan Tenis Wira Bhakti. (Foto: Facebook/Farid Makruf)
zoom-in-whitePerbesar
Eks Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (tengah) bersama Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli (kedua kiri) di lapangan Tenis Wira Bhakti. (Foto: Facebook/Farid Makruf)

“Saya belum tahu ada proses pengumpulan data atau penyelidikan karena saya diklarifikasi baru pada tanggal 25 Mei. Jadi hampir dua minggu dari kehadiran bersama di lapangan tenis,” sambungnya.

Menurut TGB, ia datang ke lapangan tenis itu atas undangan Danrem 162 Wira Bhakti, Kolonel (Inf) Farid Makruf. TGB menyebut bahwa Firli sudah berada di lokasi sebelum ia datang.

“Dan ketika saya datang beliau (Firli) juga ternyata sudah ada di situ. Beliau sudah ada di situ sedang main tenis. Jadi saya baru tahu bahwa ternyata Pak Firli juga pemain tenis. Begitu saja. Ketemu kemudian tanya kesehatan tanya kabar setelah itu selesai. Tidak ada sedikitpun yang menyangkut tentang masalah ini," pungkasnya.

Sebelum menjadi Deputi Penindakan KPK, Firli adalah Kapolda NTB. Ia dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK pada 6 April 2018 lalu.

KPK tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi dalam proses divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang kini telah berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Pada akhir Mei lalu, KPK telah meminta keterangan dari Gubernur NTB TGB Zainul Majdi. Tak hanya memeriksa TGB, KPK juga meminta keterangan dari Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin pada 3 Juli lalu.

Hingga saat ini, KPK belum mau memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut sebab masih dalam proses penyelidikan.