Klarifikasi Wali Kota Sukabumi Soal Surat ke Muhammadiyah: Tidak Ada Penolakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Foto: kdp.sukabumikota
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Foto: kdp.sukabumikota

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyatakan tiga poin atas heboh isu Pemerintah Kota Sukabumi menolak memberi izin kepada Muhammadiyah untuk menggelar Salat Id di Lapangan Merdeka pada Jumat (21/4).

Berikut pernyataan Achmad Fahmi:

  1. Surat balasan Wali Kota Sukabumi kepada Muhammadiyah tidak menunjukkan penolakan terhadap kegiatan yang akan dilakukan Muhammadiyah, hanya menyampaikan bahwa Pemda akan melaksanakan Salat Idul Fitri sesuai ketetapan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama.

  2. Telah dilaksanakan silaturahmi antara Pemda Kota Sukabumi dan PDM Kota Sukabumi pada tanggal 12 April 2023 yang menghasilkan kesepakatan Pemda akan memfasilitasi pelaksanaan Salat Idul Fitri yang akan dilaksanakan Muhammadiyah.

  3. Dalam rangka menjaga ukhuwah islamiyah, kebersamaan, toleransi, dan juga arahan Menteri Agama kepada para kepala daerah untuk memberikan dukungan dan mengakomodir pelaksanaan Salat Idul Fitri yang kemungkinan berbeda waktu pelaksanaannya, seandainya Muhammadiyah akan melaksanakan salat di Lapdek, kami persilakan.

Ini Surat yang Bikin Heboh

Surat Wali Kota Sukabumi ke Muhammadiyah soal Salat Id di Lapangan Merdeka. Dok: Istimewa.

Isu ini mencuat setelah surat Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi beredar. Surat tersebut dikirim pada 4 April 2023. Inti pernyataannya sebagai berikut:

"Bahwa untuk pelaksanaan Salat Ied di Lapangan Merdeka akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi dan Masjid Agung Kota Sukabumi, yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengikuti hasil ketetapan Pemerintah Pusat."