Klaster Corona Pet Shop Muncul di Hong Kong, 2000 Hamster Dimusnahkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang-orang mengantre untuk menyerahkan hamster mereka di Pusat Pengelolaan Hewan Selatan New Territories di daerah Shatin, Hong Kong, Rabu (19/1/2022). Foto: BERTHA WANG/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang mengantre untuk menyerahkan hamster mereka di Pusat Pengelolaan Hewan Selatan New Territories di daerah Shatin, Hong Kong, Rabu (19/1/2022). Foto: BERTHA WANG/AFP

Otoritas Hong Kong memperingatkan warga untuk tidak mencium hewan peliharaan. Di saat bersamaan ribuan hamster dimusnahkan.

Langkah itu diambil untuk mencegah penularan virus corona di Hong Kong. Publik Hong Kong dikejutkan dengan laporan 11 ekor hamster positif COVID-19.

Penemuan belasan ekor hamster positif COVID-19, bermula dari kemunculan klaster pet shop di Hong Kong.

Seekor hamster bermain di dalam kandang sebelum diserahkan di Pusat Pengelolaan Hewan Selatan New Territories di daerah Shatin, Hong Kong, Rabu (19/1/2022). Foto: BERTHA WANG/AFP

Laporan klaster baru ini ditanggapi otoritas kesehatan dengan melakukan pemeriksaan terhadap ratusan hewan peliharaan. Hasilnya ada belasan ekor hamster yang terinfeksi virus corona.

Penemuan tersebut mendorong Otoritas Hong Kong menutup toko hewan peliharaan. Mereka juga memerintahkan pemusnahan secara manusiawi sekitar 2.000 ekor hamster.

Otoritas kini melarang penjualan hamster. Impor hamster dari luar Hong Kong turut ditangguhkan sementara waktu.

Seorang wanita mengantre untuk menyerahkan hamster mereka di Pusat Pengelolaan Hewan Selatan New Territories di daerah Shatin, Hong Kong, Rabu (19/1/2022). Foto: BERTHA WANG/AFP

Menkes Hong Kong Sophia Chan mengatakan, tindakan yang diambil terhadap ribuan hewan pengerat ini dilakukan secara hati-hati. Chan meminta pemilik hewan peliharaan meningkatkan kewaspadaan.

"Pemilik hewan peliharaan harus menjaga kebersihan, termasuk cuci tangan setelah menyentuh hewan, berhati-hati saat memberi makan, dan juga menghindari mencium hewan," kata Direktur Dinas Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong, Siu-fai Leung seperti dikutip dari Reuters.

Keputusan otoritas Hong Kong memusnahkan ribuan hamster ditolak kelompok hak hewan. Mereka menilai tindakan pemusnahan adalah aksi keji.

"SPCA (The local Society for the Prevention of Cruelty to Animals) terkejut dan prihatin atas pengumuman terbaru pemerintah terhadap cara mengendalikan 2000 hewan kecil, mereka tidak mempertimbangkan kesejahteraan hewan dan ikatan manusia dengan hewan," kata SPCA.