KMP Virgo Kecelakaan, Pimpinan DPR Desak Kemenhub Audit Kapal Penyeberangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap standar kelaiklautan serta pengawasan operasional armada kapal penyeberangan antarpulau.

Desakan ini menyusul insiden kecelakaan berulang yang melibatkan armada kapal motor penyeberangan (KMP) Virgo dalam beberapa waktu terakhir.

Cucun menegaskan bahwa Komisi V DPR RI yang membidangi urusan perhubungan dan infrastruktur secara konsisten menaruh perhatian besar pada penegakan aturan keselamatan pelayaran.

“Ya, ini menjadi satu apa, bagian pengawasan kami di DPR. Kementerian Perhubungan sudah terus-menerus oleh Komisi V disampaikan bahwa proses penelitian atau layak atau tidaknya kapal ini untuk berlabuh itu selalu menjadi catatan perhatian kami di DPR,” ujar Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

Cucun mengingatkan jajaran regulator transportasi laut agar tidak mengendurkan fungsi pengawasan berkala (ramp check) terhadap kelaikan fisik kapal maupun sertifikasi awak kapal. Ia menuntut Kemenhub memastikan kepatuhan penuh seluruh operator pelayaran terhadap regulasi teknis.

“Ya, bagaimana SOP, bagaimana juga apa, standar-standar yang sudah dilakukan oleh Kemenhub ini betul-betul evaluasinya, pengawasannya,” ucapnya.

“Jangan sampai ada kapal bisa berjalan tanpa SOP yang sudah ditetapkan oleh Kemenhub,” sambung politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Selain kelaikan teknis mesin dan navigasi, pimpinan dewan ini menyoroti ketertiban administrasi data penumpang serta kapasitas muatan angkut kendaraan di geladak kapal. Kerapuhan sistem pencatatan manifes kerap menjadi celah rawan yang membahayakan keselamatan saat situasi darurat di perairan lepas.

“Makanya ini penting, baik dari mulai manifest, ya kemudian juga apa kelayakan di sisi angkutnya, quantity-nya, ini yang perlu menjadi perhatian,” tutur Cucun.

Tim SAR gabungan membawa pelampung kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Guna mencegah peristiwa serupa terus berulang, parlemen berencana memanggil otoritas perhubungan laut dalam rapat kerja pengawasan khusus guna membedah penyebab mendasar rentetan insiden kapal penyeberangan tersebut.

“Makanya investigasi menyeluruh ini menjadi catatan penting nanti akan dibahas juga di Komisi V di DPR menjadi bagian evaluasi bersama antara DPR dengan pemerintah tentang kapal feri kemarin ya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kecelakaan laut melibatkan armada KMP Virgo terjadi pada Minggu (13/9). Berdasarkan data terkini, total jumlah penumpang selamat 108 orang, sementara 6 orang meninggal, 129 orang lainnya belum ditemukan.