KNKT: Airspeed Lion Air Sudah Rusak Saat Penerbangan Denpasar-Jakarta

KNKT sudah mengunduh Flight Data Recorder (FDR) Lion Air PK-LQP yang jatuh di Ujung Karawang, Jawa Barat. Dari data itu, terungkap pesawat sudah mengalami masalah pada indikator kecepatan sejak menempuh perjalanan Denpasar-Jakarta.
"Sebelum ada data faktual, KNKT tidak pernah menduga. Kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta. Kami melihat ada beberapa, kita sudah akui bahwa penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis. Ternyata begitu kita buka black box-nya ternyata masalah teknis itu adalah kecepatan (airspeed)," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (5/11).

Soerjono menyampaikan hal ini karena ada rumor yang berkembang di media sosial sangat ramai terkait dengan kondisi pesawat Boeing 7373 Max 8 sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang. Ternyata, empat penerbangan yang dijalankan oleh pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu juga mengalami masalah yang sama, yakni kecepatan.
"Rumor yang berlaku di medsos begitu hebatnya, maka kami ini memberikan klarifikasi ada 4 penerbangan yang mengalami masalah penerbangan pada airspeed," tambah Soerjanto.
Sementara, investigator KNKT Nurcahyo menjelaskan, setelah adanya temuan ini, tim dari KNKT dan pihak Boeing akan meneliti lebih lanjut terutama perihal penanganan kerusakan airspeed pada Boeing 737 Max 8.
"Pada 4 penerbangan sebelum kecelakaan ada kerusakan pada airspeed indicator. Kita akan meneliti lebih lanjut bagaimana perbaikan yang dilakukan dan bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan," jelas dia.
"Ini adalah salah satu isu yang menjadi penting terutama mengingat ada 200 (Boeing) 737 Max yang saat ini terbang di dunia. Bagaimana mencegah kerusakan serupa apabila mengalami hal yang sama," ucap dia.
Sebelum menempuh penjalanan dari Jakarta ke Pangkalpinang, Lion Air PK-LQP sudah terbang dari Denpasa ke Jakarta. Tak lama setelah kecelakaan terjadi, ramai di media sosial yang menyebut pesawat itu sudah mengalami kerusakan sejak perjalanan dari Denpasar-Jakarta sehari sebelum jatuhnya Lion Air JT-610.
Saat penerbangan dari Jakarta-Pangkalpinang, pilot juga sempat meminta izin untuk kembali ke pangkalan atau return to base (RTB). Tapi entah mengapa, pilot tetap melanjutkan penerbangan.

