KNKT Terima Serpihan Pesawat Sriwijaya Air, Umumnya Bagian Ekor Bawah

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi sejumlah serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/10). Barang-barang kemudian diserahkan ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk diteliti.
Ketua Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nur Cahyo mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah serpihan pesawat Sriwijaya Air dari Basarnas. Ada komponen-komponen pesawat yang sudah bisa dikenali.
"Dari JICT, ada beberapa komponen yang kami terima di antaranya sejumlah instrumen Ground Proximity and Warning System (GPWS), radio altimeter, alat peluncur darurat," kata Cahyo dalam keterangannya dikutip dari akun twitter KNKT, Minggu (10/1).
Meski begitu, Cahyo belum bisa menjelaskan apakah alat peluncur darurat ini berasal dari pintu bagian mana. Sebab, ada 4 pintu di pesawat itu.
Selain itu, dari hasil pengamatan sementara, serpihan-serpihan yang diterima KNKT, lebih banyak berasal dari bagian ekor bawah pesawat.
"Bagian pesawat sudah bisa diidentifikasi umumnya bagian ekor bawah, tapi belum bisa tentukan kiri atau kanan," ucap dia.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Sabtu (9/1) sore. Pesawat mengangkut 50 penumpang dan 12 kru.
Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan pencarian serpihan hingga black box pesawat.
