KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan LRT: Masinis Main Ponsel, Pandangan Terhalang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memeriksa gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta, Senin (25/10).  Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta, Senin (25/10). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Dua rangkaian kereta LRT terlibat tabrakan di kawasan Munjul, Jakarta Timur pada 25 Oktober 2021 lalu. KNKT turun tangan melakukan investigasi dan sudah mengeluarkan hasilnya.

Dari hasil investigasi KNKT, ada sejumlah penyebab tabrakan LRT Jabodebek. Salah satu penyebabnya, teknisi sekaligus masinis yang ada di rangkaian LRT tidak konsentrasi karena menggunakan ponsel.

"Kesimpulannya berdasarkan temuan-temuan dan hasil analisis di atas, kecelakaan disebabkan teknisi TS (Train Set) 29 tidak fokus dalam menjalankan kereta dan terjadi distraksi yang disebabkan penggunaan telepon seluler," kata Ketua Sub Komite KNKT Kereta Api, Suprapto dalam konferensi pers di kantor KNKT, Jakarta, Senin (20/12).

Jumpa pers Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) soal capaian kerjanya, Senin (20/12). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Suprapto menjelaskan, dari hasil temuan investigasi yang dilakukannya, pihaknya menemukan penghalang cahaya matahari (sunvisor) yang ada pada kabin dalam kondisi tertutup. Hal ini membuat pandangan masinis terganggu.

"Sesaat sebelum kereta berjalan menuju arah Stasiun Harjamukti, teknisi TS 29 menurunkan sunvisor mengakibatkan terhalangnya pandangan ke depan," tambah Suprapto.

Kondisi gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di Ruas Cibubur - Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (2/11/2021) dini hari. Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto

Terhalangnya pandangan masinis membuat dia tidak dapat melihat objek di depannya yakni TS 20. Hingga kemudian menabraknya.

"Selanjutnya kereta berjalan dengan kondisi sunvisor sebagian tertutup sehingga tidak melihat TS 20 yang berhenti dan selanjutnya terjadi tabrakan dengan kecepatan lebih dari 50 Km/ jam," pungkasnya.

Kecelakaan 2 rangkaian kereta LRT Jabodebek terjadi di kawasan Munjul, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sebab LRT masih dalam tahap uji coba.