Kode Keras Prabowo ke Kabinet: Dablek Disingkirkan, Halangi Kebijakan Tindak
·waktu baca 3 menit

Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan ultimatum kepada semua menteri dan para pembantunya untuk bekerja lebih keras lagi. Tak cuma itu, Prabowo tak segan menyingkirkan menteri yang tak sejalan dengannya.
Kode keras ini disampaikan Prabowo di tengah isu reshuffle Kabinet Merah Putih setelah melewati 100 hari kerja.
Prabowo mengatakan, ini bukan kali pertama memberi peringatan kepada para menteri. Karena itu, sudah bukan saatnya lagi memberi teguran, tapi langsung pada tindakan bila ada yang "nyeleweng".
"100 hari pertama saya sudah beri peringatan berkali-kali sekarang siapa yang bandel, siapa yang dablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintahan yang bersih, siapa tidak patuh, saya akan tindak," ujar Prabowo.
Bukan satu kali, usai memberi sambutan di Harlah NU, Prabowo kembali menegaskan akan menindak para menteri yang tak kerja benar.
"Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain yang tidak mau bekerja benar benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," kata Ketum Partai Gerindra itu.
Prabowo mengatakan, rakyat butuh pejabat yang bekerja sungguh-sungguh. Karena semua program yang dicanangkan ujungnya harus pada kesejahteraan rakyat.
Prabowo juga mengingatkan para aparat untuk tidak melakukan hal-hal yang malah menghalangi upaya mensejahterakan rakyat.
"Dan, saya ingatkan semua aparat, kesetiaanmu adalah pada rakyat dan Bangsa Indonesia. Kalau kau tidak setia, kalau kau menghalangi, saya akan tindak saudara-saudara sekalian," tegas dia.
Tak Seirama
Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai, Prabowo tahu betul kondisi timnya saat ini. Bahkan, Dasco mendengar ada tim yang tidak seirama dengan kebijakan Prabowo.
"Nah memang saya ada dengar keluhan sedikit sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).
Reshuffle Baik Biar Makin Efektif
Sementara, Sekjen Gerindra sekaligus Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo punya hak penuh untuk menilai dan merombak tim yang akan membantunya. Bila dirasa tim saat ini kurang perform dan harus ada reshuffle, tentu harus juga didukung.
"Kami sepenuhnya percaya Partai Gerindra mendukung semua pandangan dan pemikiran termasuk keputusan yang akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia untuk mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu bagi efektivitasnya pemerintahan ini," tutur dia.
Tinggal Direalisasikan
Politikus PDIP Adian Napitupulu menilai, Prabowo sudah sangat tegas menyampaikan ultimatum untuk bawahannya. Tinggal merealisasikannya.
“Omongannya sudah tegas, tinggal tindakannya apa setegas omongannya kita lihat dalam proses ke depan,” ujar Adian kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).
“Kan rakyat bisa menilai mana yang kemudian kebijakannya merugikan rakyat, menciptakan kegaduhan yang luar biasa gitu loh. Nah itu biarin aja rakyat yang lihat,” tambah Adian.
Belum Tahu Kapan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut belum ada rencana reshuffle kabinet Prabowo dalam waktu dekat ini. Prasetyo menyampaikan ini sebagai respons atas sinyal reshuffle yang dimunculkan Prabowo.
"Reshuffle apa? Enggak ada reshuffle, belum. Enggak ada, belum, belum,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (6/2).
