Kok Bisa Istri Firli Bahuri Jadi Pencipta Mars dan Hymne KPK?
ยทwaktu baca 3 menit

ICW turut berkomentar soal mars dan hymne KPK yang dibuat oleh istri Firli Bahuri, Ardina Safitri. ICW mempertanyakan, bagaimana proses hingga Ardina pada akhirnya dipilih untuk membuat mars dan hymne tersebut.
"Perihal pencipta mars dan hymne KPK, bagaimana proses penunjukan saudari Ardina Safitri sehingga ia kemudian yang dipilih membuatnya? Pertanyaan ini akan muncul mengingat Saudari Ardina Safitri adalah Istri Firli Bahuri," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Kamis (17/2).
Kurnia mengatakan, pertanyaan tersebut yang belum terjawab menyisakan dugaan dari masyarakat. Salah satunya terkait konflik kepentingan seorang Ardina yang merupakan istri dari Firli Bahuri sehingga dipilih membuat mars dan hymne tersebut.
"Dengan kondisi seperti ini, tidak salah jika kemudian masyarakat menduga ada konflik kepentingan di balik pembuatan mars dan hymne KPK tersebut. Sebagai Insan KPK, semestinya Firli menghindari setiap kegiatan yang berpotensi memiliki benturan kepentingan," kata dia.
Di sisi lain, kata Kurnia, mars dan hymne tersebut dinilai tidak akan menaikkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang di angka 38. Mars dan hymne tersebut juga dipandang tidak berkontribusi bagi kerja KPK dan tidak memperbaiki citra buruk KPK di mata masyarakat.
"Praktis itu sekadar kegiatan seremonial dan gimik belaka," kata Kurnia.
Dia menilai, kegiatan bersifat seremonial atau bahkan tidak penting, dan bukan kali pertama dilaksanakan oleh KPK. Sebelumnya, lembaga antirasuah juga sempat mengirimkan SMS mengatasnamakan Firli Bahuri, dengan pesan yang dinilai absurd.
Tak berhenti di sana, lanjut Kurnia, saat awal menjabat sebagai komisioner, Firli juga diketahui pernah mengundang jurnalis untuk memperlihatkan kemampuannya memasak nasi goreng.
Pada kesempatan lain, khususnya ketika Kementerian Sosial membagi-bagikan bansos kepada masyarakat, Firli pernah menemani mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara, turun ke masyarakat. Belakangan Juliari terjerat kasus korupsi.
"Maka dari itu, sejak awal ICW sudah mengatakan bahwa kepemimpinan Firli Bahuri dkk, hanya dipenuhi dengan gimik dan kontroversi, ketimbang prestasi," kata Kurnia.
"Terakhir, ICW menekankan kepada Firli agar memahami bahwa KPK adalah lembaga negara yang didanai oleh APBN dan dimiliki seutuhnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, jangan pernah beranggapan: karena dirinya adalah Ketua KPK, maka lembaga antirasuah itu menjadi miliknya atau keluarganya," pungkas dia.
Kata Firli Bahuri dan Istri soal Mars dan Hymne KPK
Saat peluncuran mars dan hymne tersebut, Ardina Safitri, mengatakan, ada pesan dan makna yang terkandung di dalamnya. Pesan itu mengajak insan KPK untuk terus berbakti kepada negeri demi mewujudkan Indonesia yang jaya, Indonesia yang bebas dari korupsi.
Ardina menyampaikan rasa bangganya melalui lagu mars dan hymne ini bisa ikut berkontribusi dalam tugas pemberantasan korupsi.
"Kebanggaan bagi seorang warga negara adalah bisa turut berbakti dan berkontribusi, sekecil apa pun, sesederhana apa pun, demi ikut memajukan dan menyejahterakan bangsanya, salah satunya melalui pemberantasan korupsi," kata Ardina dalam keterangan pers KPK, Kamis (17/2).
Hal senada disampaikan oleh Firli Bahuri. Dia berpesan bahwa insan KPK harus melayani bangsa, setiap saat bekerja dengan penuh semangat karena didorong oleh kecintaan pada Ibu Pertiwi.
"Lirik dalam lagu ini diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh insan KPK dalam bekerja dan menguatkan kecintaan kita pada bangsa Indonesia," kata Firli.
