Kolaborasi Pemprov DKI dan Kadin Kurangi Polusi Lewat Penanaman Pohon

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi bersama Kadin DKI Jakarta melakukan penanaman sejumlah pohon disela-sela peresmian Waduk Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi bersama Kadin DKI Jakarta melakukan penanaman sejumlah pohon disela-sela peresmian Waduk Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (16/2). Foto: Dok. Istimewa

Pemprov DKI Jakarta terus menggalakkan program penghijauan untuk mengurangi polusi udara.

Upaya ini pun mendapat dukungan dari Kadin DKI Jakarta dengan memberikan bantuan berupa pemberian bibit sekaligus penanaman sejumlah pohon disela-sela peresmian Waduk Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).

Menurut Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi yang turut hadir dalam acara tersebut, pihaknya turut memberikan sejumlah pohon dari jenis tabebuya dan trembesi untuk menghijaukan Jakarta.

"Jenis pohon yang kami sumbangkan diyakini daunnya bisa menyerap karbondioksida sehingga polusi yang terjadi di Jakarta bisa terkurangi. Adapun jumlah pohon yang kami sumbangkan seluruhnya ada sekitar 1.000 bibit untuk jenis pohon tabebuya dan trembesi yang ditanam diseluruh Jakarta," ungkap Diana.

Selain menyumbangkan 50 bibit pohon di Waduk Jagakarsa serta ribuan pohon lainnya di berbagai titik di wilayah Jakarta, Kadin DKI Jakarta juga ikut menyumbangkan sejumlah bibit Ikan Nila yang dilepas di Waduk Jagakarsa. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan Waduk Jagakarsa yang baru diresmikannya menempati areal seluas 8.000 meter persegi.

Waduk atau embung tersebut, jelas Heru, mampu menampung 17.000 liter kubik air dan berfungsi sebagai wilayah resapan air jika kubikasi air melimpah saat musim hujan.

"Dengan diresmikannya Waduk Jagakarsa, saya berharap areal ini bisa mengurangi genangan ataupun banjir di wilayah Jakarta Selatan secara bertahap. Di Selatan akan ada 3 waduk dan 2 waduk lainnya tengah dikerjakan," terang Heru Budi.

Dibangunnya embung-embung di berbagai titik di wilayah Jakarta, kata Budi, sebenarnya sejalan dengan pengerjaan normalisasi di sepanjang Sungai Ciliwung untuk menuntaskan persoalan banjir.

"Normalisasi di sepanjang Kali Ciliwung tidak bisa diselesaikan secara sekaligus mengingat dampak sosial yang harus dipertimbangkan. Agar persoalan banjir bisa diminimalisasi, untuk itu sambil menyelesaikan pengerjaan normalisasi sungai, kamu juga mengerjakan pembuatan embung-embung diberbagai titik," papar Heru.

Untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi waduk, Pemprov DKI juga membagikan sejumlah santunan bagi anak yatim di Waduk Jagakarsa.