Kolinlamil TNI AL: Danau Sunter Timur Bebas Hewan Buas

Jelang Festival Danau Sunter, Pemerintah Kota Jakarta Utara terus menata Danau Sunter Timur. Berbagai hal menjadi perhatian dalam penataan tersebut. Salah satunya keberadaan hewan di dalam danau yang terletak di Tanjung Priok tersebut.
Perwira Jasmani dan Rekreasi Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut, Kapten Eko Wijinarko, mengatakan mereka memastikan tidak ada hewan buas di Danau Sunter Timur. Menurutnya di danau tersebut hanya ada ikan.
“Aman kita sudah sisir menggunakan jaring beberapa waktu lalu. Hasilnya tidak ada binatang buas. Mungkin kalau ikan besar iya ada, tapi buaya kita tidak pernah ada. Ular juga tidak ada,” ujar Eko kepada kumparan (kumparan.com) usai berenang di Danau Sunter Timur, Minggu (28/1).

Selain itu, ia juga memastikan air di danau tersebut bersih. Meski secara kasat mata, air terlihat hijau.
“Airnya juga bersih. Hasil lab juga mengatakan layak untuk berenang. Itu air danau kalau ditaruh di botol keliatan jernih. Saya saja habis berenang belum bilas dari tadi, tidak gatal-gatal,” ujarnya.
Kolinlamil membawa 30 anggotanya untuk ikut berenang bersama di Danau Sunter Timur dalam acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Mereka berenang sejauh 150 meter dari selatan danau ke sisi utara.
“Kami ikut meramaikan karena diundang oleh Pemkot. Ini juga buat persiapan Festival Danau Sunter kan. Nanti (festival) kita juga akan ikut jika diminta. Mudah-mudahan acara seperti diadakan rutin tiap bulan,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Jakarta Utara Junaedi mengatakan penataan Danau Sunter Timur tidak akan mengubah ekosistem hewan yang ada di danau tersebut. Hewan-hewan tersebut akan tetap dilestarikan.
Danau Sunter ditata sebagai jawaban tantangan Menteri Susi Pudjiastuti kepada Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang ingin melihat danau tersebut sebersih danau di Jenewa, Swiss. Puncak dari penataan akan digelar lomba antara Susi dan Sandiaga. Lomba itu termasuk dalam Festival Danau Sunter yang dilaksanakan pada 25 Februari 2018.
