Kolombia Akan Serahkan Gembong Narkoba Paling Berbahaya di Dunia ke AS

25 Oktober 2021 13:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kolombia Akan Serahkan Gembong Narkoba Paling Berbahaya di Dunia ke AS (38943)
zoom-in-whitePerbesar
Militer Kolombia menangkap Dairo Antonio Usuga David, alias Otoniel di Necocli, Kolombia. Foto: Pasukan Militer Kolombia/via REUTERS
Pemerintah Kolombia mengumumkan tengah bersiap-siap melakukan ekstradisi gembong narkoba Otoniel ke Amerika Serikat. Buronan paling dicari ini berhasil ditangkap pada Sabtu (23/10).
ADVERTISEMENT
“Ada perjanjian ekstradisi atas Otoniel, dan perjanjian ekstradisi ini tengah berlangsung,” ujar Menteri Pertahanan Diego Molano kepada surat kabar El Tiempo, Minggu (24/10), dikutip dari AFP.
Ekstradisi adalah proses penyerahan orang yang diduga melakukan tindak kriminal oleh suatu negara kepada negara lain. Proses itu diatur dalam perjanjian antara kedua negara yang bersangkutan.
“Ekstradisi menunggu mereka yang melakukan tindak kejahatan internasional,” ujarnya kepada wartawan.
Dikutip dari BBC, Otoniel saat ini dibawa ke pangkalan militer di Ibu Kota Bogota sebelum ekstradisi.
Kolombia Akan Serahkan Gembong Narkoba Paling Berbahaya di Dunia ke AS (38944)
zoom-in-whitePerbesar
Militer Kolombia menangkap Dairo Antonio Usuga David, alias Otoniel di Necocli, Kolombia. Foto: Pasukan Militer Kolombia/via REUTERS
Hampir 30% dari berton-ton kokain yang diekspor dari Kolombia, diberangkatkan melalui kelompok Clan de Golfo, atau yang lebih terkenal dengan nama Gulf Clan. Kelompok ini adalah geng pengedar narkoba terbesar Kolombia, dipimpin oleh Otoniel.
ADVERTISEMENT
Dairo Antonio Usuga alias Otoniel (50) ditangkap di wilayah berhutan di Necocli, Uraba, Provinsi Antioquia. Ia ditangkap dalam Operasi Osiris yang melibatkan sekitar 500 anggota pasukan khusus dan 22 helikopter.
Ia didakwa oleh Amerika Serikat pada 2009 lalu, di Pengadilan Federal Distrik Selatan New York. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS menawarkan imbalan hingga USD 5 juta (Rp 42,5 miliar) untuk mereka yang mengungkap informasi keberadaan Otoniel.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Ini [penangkapan Otoniel] adalah pukulan terbesar bagi perdagangan narkoba di negara kita dalam abad ini,” ujar Presiden Kolombia Ivan Duque pada Sabtu (23/10). Ia menambahkan, penangkapan ini sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar.
Pablo Escobar adalah gembong narkoba Kolombia yang sangat terkenal. Operasi penangkapan Escobar pada 1993 melibatkan sekitar 500 pasukan.
Kolombia Akan Serahkan Gembong Narkoba Paling Berbahaya di Dunia ke AS (38945)
zoom-in-whitePerbesar
Dairo Antonio Usuga David, alias Otoniel, difoto setelah ditangkap, di Bogota, Kolombia. Foto: Polisi Kolombia/via REUTERS
“Kami akan terus melakukan pemburuan, kami mengejar kemenangan atas target-target kelas atas,” tegas Duque di pangkalan militer di Antioquia.
ADVERTISEMENT
Di Kolombia sendiri, sebanyak 132 surat resmi dilayangkan untuk menangkap Otoniel, atas dakwaan perdagangan narkoba, rekrutmen anak-anak di bawah umur, dan tindak kriminal lainnya.
Otoniel juga diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak.
Perang melawan perdagangan narkoba oleh Kolombia, didukung AS, telah berlangsung lima dekade lamanya. Kolombia berhasil membunuh atau menangkap sejumlah gembong narkoba, termasuk Escobar.
Meski demikian, Kolombia masih tetap merupakan produsen kokain terbesar di dunia. Sedangkan AS merupakan pembeli terbesar.
--
Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020