Kolonel Marinir Jadi Korban Begal Saat Bersepeda di Jalan Medan Merdeka

kumparanNEWSverified-green

comment
39
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Begal dan Rampok Foto: Muhammad Faisal Nu'man
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Begal dan Rampok Foto: Muhammad Faisal Nu'man

Begal terhadap para pesepeda semakin marak saja. Bahkan, perwira Marinir juga jadi korban.

Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (26/10) pukul 06.45 WIB. Jalan Medan Merdeka Barat merupakan kawasan ring-1 di Jakarta Pusat.

Akibat aksi itu, Kolonel Pangestu mengalami luka di kepala.

"Benar (kejadiannya)," kata Kepala Dinas Penerangan Marinir, Letnan Kolonel Gugun Saiful Rachman, saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Saat itu, sekitar pukul 06.45 WIB Pangestu tengah mengendarai sepeda di kawasan Medan Merdeka Barat. Seperti biasa, ia tengah dalam perjalanan menuju Mako Marinir di Kwitang, Jakarta Pusat.

Tiba di depan gedung Kemhan, ia dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor. Pelaku berupaya mengambil tas yang dibawa oleh Pangestu.

"Karena melihat akan dicuri maka Kolonel Mar. Pangestu Widiatmoko berusaha mempertahankan tas tersebut, yang mengakibatkan Kolonel Mar. Pangestu Widiatmoko terjatuh dari sepeda gowes dan mengalami luka robek di pelipis kiri, memar di kepala bagian belakang," kata Gugun.

Seorang pesepeda melintasi jalur sepeda di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (19/7). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Melihat Pangestu terjatuh, begal ini lalu kabur ke arah Jalan Sudirman. Sementara di lokasi kejadian, Pangestu diselamatkan oleh Briptu Angga dan Security Pengamanan Dalam Monas.

"Selanjutnya, Kolonel Marinir Pangestu dibawa ambulans menuju RSAL didampingi Briptu Angga. Ia langsung ditangani oleh dokter UGD RSAL," kata Gugun.

embed from external kumparan

Pada peristiwa ini, sepeda milik Pangestu mengalami kerusakan bengkok pada bagian setang. Sepeda tersebut lantas diamankan di Markas Komando Marinir di Kwitang.

"Beliau memang setiap hari bersepeda, gowes dari Cilandak ke Kwitang. Untuk pelaku, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Gugun.