Komarudin soal Anies ke PDIP: Bukan Deklarasi, tapi Diskusi Pembangunan Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (6/11/2023).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (6/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun mengungkapkan pertemuan Anies Baswedan dengan Rano Karno bukan untuk dideklarasikan. Padahal, pada Senin (26/8), Anies tampak sudah bertemu dengan Rano menggunakan kemeja merah.

“Kemarin mereka masih diskusi-diskusi soal pembangunan Jakarta ke depan, kemarin bukan datang untuk deklarasi,” kata Komarudin kepada wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/8).

Terkait isu bahwa PDIP bakal tidak mengusung Anies dan bakal mendorong kader internal, Komarudin menyebut bahwa hal tersebut belum resmi. Ia lantas meminta agar menunggu deklarasi resmi.

“Tunggu saja nanti pada waktunya kita akan umumkan calon,” ujar dia.

Anies Baswedan dan Rano Karno bertemu di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (26/8/2024). Foto: Dok. Istimewa

Informasi yang diperoleh kumparan, Senin (26/8), PDIP hampir pasti memutuskan tak mengusung Anies, dan memilih mengusung calon lain.

Isu liar seputar batalnya PDIP mengusung Anies berseliweran. Beberapa sumber kumparan memberikan informasi sejumlah isu penyebab batalnya Anies diusung PDIP.

Ada kesepakatan antara pimpinan PDIP dan KIM Plus soal Pilgub Jakarta ini. Kesepakatan itu bersifat jangka panjang terkait koalisi di kabinet pemerintahan.

Jadi PDIP legawa melepas Jakarta dengan mengusung calon selain Anies. Koalisi di pemerintahan itu kabarnya juga sudah disepakati Megawati dan Prabowo.

"90 Persen Anies gagal maju," terang sumber yang tak mau disebut namanya itu.