Komdigi Kembangkan Fixed Wireless Access, Murah dan Jangkauan Luas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan terobosan teknologi untuk menyediakan konektivitas internet yang lebih terjangkau dan menjangkau wilayah lebih luas.

Meutya menjelaskan, ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mencari solusi konektivitas yang lebih murah dibandingkan sistem orbit rendah seperti Starlink.

“Beliau menyampaikan bahwa kita akan mencari cara untuk adanya konektivitas yang lebih murah daripada low authority seperti Starlink,” kata Meutya di Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (22/10).

Menurut Meutya, Komdigi baru saja menyelesaikan salah satu terobosan teknologi bernama Fixed Wireless Access (FWA). Teknologi ini disebut memungkinkan koneksi internet yang lebih murah dan dapat menjangkau hingga ke wilayah permukiman.

“Kita baru menyelesaikan salah satu terobosan teknologi Fixed Wireless Access yang memungkinkan koneksi untuk bisa lebih murah dan juga lebih menjangkau sampai ke perumahan,” ujarnya.

Selain memperluas konektivitas, pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan investasi global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Hal itu tampak dari perekonomian digital Indonesia yang terus menunjukkan pergerakan positif. Berdasarkan data 2024, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 90 juta dolar AS.

“Itu adalah jumlah yang besar. Kami sangat yakin bahwa kami akan mengakselerasi jumlahnya dengan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk investor dari luar Indonesia,” ucap Meutya dalam kesempatan yang sama.

Meutya menuturkan, sektor digital turut menyerap lapangan kerja secara signifikan. Kini, sekitar 100 ribu orang bekerja langsung di perusahaan startup dan jutaan lainnya yang terdampak dari lahirnya startup di Indonesia.

“Terhadap ekonomi Indonesia, startup kita sudah amat sangat menunjukkan pertumbuhan ekonominya,” kata dia.

Suasana saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto sempat menyampaikan akan terus meningkatkan akses internet hingga ke pelosok negeri. Ini terkait dengan teknologi yang akan diterapkan di sekolah-sekolah.

Namun, ada kendala yang harus dijawab, yakni koneksi. Prabowo yakin ada teknologi yang lebih murah dan cepat untuk dipasang di sekolah-sekolah.

"Yang sulit dapat ee... internet, Wi-Fi, sekarang sudah ada teknologi yang sangat murah bisa kita pasang di tiap sekolah. Tidak terlalu mahal. Starlink mungkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10).