Komdigi soal Prabowo Minta Game Online Dibatasi: Akan Kita Tindak Lanjuti
ยทwaktu baca 2 menit

Komdigi akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto soal pembatasan konten negatif dan game online. Hal ini agar kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta tak terjadi lagi di lain waktu.
"Prinsipnya, apa pun yang menjadi kebijakan Presiden, akan kita harus tindak lanjuti. Bentuknya seperti apa, nanti ya dari Bu Menteri saja yang akan menjawabnya," kata Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Komdigi, Raden Wijaya Kusumawardhana, ditemui usai acara Leadership Day 2025 di GIK UGM, Selasa (11/11).
Dia menjelaskan ada Dirjen sendiri yang menangani game online yakni Dirjen Ekosistem Digital.
"Kalau bicara konten media sosial, secara prinsip kita tetap mengacu pada regulasi yang ada. Regulasi yang ada itu membatasi sesuatu yang sifatnya konten negatif. Saat ini konten negatif itu terkait masalah hoaks, pornografi, dan judi online," jelasnya.
"Kalau tadi ada konten-konten yang di kasus SMA 72, itu saya kira sebaiknya nanti kami menunggu dulu hasil daripada aparat penegak hukum sebagaimana. Kan tidak mungkin kami akan bertindak sendiri," tambahnya.
Namun, dia menegaskan konten yang menjurus kekerasan masuk dalam konten negatif yang harus dihindari.
"Kami dari sisi Komdigi yang jelas, kami akan mendukung apa yang menjadi kebijakan daripada pimpinan negara ini," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto agar kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta tak terjadi lagi di lain waktu. Salah satunya pembatasan konten negatif dan game online.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari gim online," kata Prasetyo Hadi usai rapat terbatas dengan para menteri dan jajaran di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11).
"Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan," lanjutnya.
Prasetyo kemudian mencontohkan salah satu game online yang memuat konten negatif yakni PUBG. Dalam game tersebut, sejumlah jenis senjata yang ditampilkan dan adegan kekerasan dapat menjadi inspirasi para generasi muda.
"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," ujarnya.
