Komdigi Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Digital Sehat, Bukan Bawa ke Ranah Hukum
·waktu baca 2 menit

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya menjaga ruang digital tetap sehat di tengah polemik video tudingan yang disampaikan Amien Rais.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, dalam talkshow di salah satu TV swasta bertajuk "Tudingan Amien Rais, Kebebasan atau Kebablasan Berpendapat?”.
Fifi menegaskan langkah pemerintah berangkat dari tanggung jawab menjaga ekosistem digital dari konten yang menyesatkan. Menurutnya, video yang beredar mengandung unsur hoaks dan fitnah sehingga perlu ditangani dalam kerangka perlindungan publik.
“Komdigi tidak pernah menyampaikan akan membawa Pak Amien ke ranah hukum. Tugas kami adalah menjaga ruang digital agar tetap sehat,” ujarnya.
Ia menekankan penanganan konten bermasalah dilakukan dengan pendekatan tata kelola ruang digital, bukan kriminalisasi terhadap individu. Fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat tidak terpapar informasi yang dapat merusak kepercayaan publik dan memicu disinformasi.
Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Plt Deputi Bakom Kurnia Ramadhana yang mengingatkan pentingnya batas dalam kebebasan berekspresi.
Ia menilai kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan konten yang melanggar privasi dan kehormatan seseorang. Pemerintah, kata dia, juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengedukasi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Marsyudi Suhud menyoroti aspek etika. Ia menyatakan mencampuradukkan kritik kebijakan dengan tuduhan personal tanpa dasar tidak dibenarkan, bahkan dalam perspektif agama dinilai haram karena merusak marwah individu.
Di sisi lain, Ketua DPP Partai Ummat Achyar Muttaqin berpandangan bahwa pernyataan Amien Rais merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dalam konteks memberi nasihat kepada pemimpin.
Perdebatan ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, terutama di ruang digital yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat.
