Komentar Komisi I soal Calon Dubes Jerman Pengganti Fauzi Bowo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arif Havas Oegroseno  (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Arif Havas Oegroseno (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Komisi I DPR masih melakukan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) untuk 18 calon duta besar (cadubes), mulai hari ini hingga besok. Ada 13 orang calon dubes yang berasal dari Kemenlu dan 5 orang lainnya merupakan warga sipil.

Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, menceritakan hasil fit and proper test hari ini untuk cadubes Jerman, Arif Havas Oegroseno yang pertama menjalani tes tersebut.

"Pak Oegroseno memang beliau diplomat senior, sudah pernah (jadi) duta besar juga. Pengalaman beliau selama puluhan tahun di Kementerian Luar Negeri saya rasa jadi modal untuk menjalankan tugasnya apabila nanti duduk jadi Dubes di Jerman," ujarnya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

"Apalagi beliau ini pakar di bidang perjanjian internasional, hukum maritim. Jadi saya rasa modal yang sangat baik bagi beliau menjabat jadi dubes," imbuh dia.

Sebagai informasi, Arif Havas Oegroseno adalah diplomat karier Kementerian Luar Negeri RI, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI. Ia pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa pada Tahun 2010 hingga 2015.

Jika disetujui DPR, Arif Havas akan dilantik Presiden Jokowi menjadi Dubes di Jerman menggantikan Fauzi Bowo (Foke).

Charles menjelaskan, hal yang ditekankan oleh Komisi I DPR kepada para Cadubes adalah mengutamakan kepentingan nasional bangsa Indonesia. Politikus PDIP itu menyontohkan, Dubes Myanmar hendaknya tak menjadi corong pemerintahan Myanmar dalam menanggapi konflik kemanusiaan etnis Rohingya.

"Kita ada sesi Cadubes Myanmar tadi, ada pesan ketika menjabat jadi Dubes di sana, jangan jadi corong pemerintah Myanmar tetapi sebagai corong pemerintah kita. Termasuk dalam menanggapi isu isu seperti krisis kemanusiaan di Rohingya," paparnya.

Secara keseluruhan, menurut Charles fit dan proper test cadubes sejauh ini berjalan relatif baik.

"Sampai sekarang masih relatif baik ya, tapi tentunya penilaian akhir baru bisa diberikan besok ketika semua calon sudah di tes. Dan komisi I akan melakukan rapat internal, dan melakukan penilaian terhadap Cadubes yang diajukan pemerintah," jelasnya.

Charles menambahkan, hasil dari fit and proper test tersebut akan disampaikan ke pimpinan DPR, untuk kemudian dikembalikan ke pemerintah pusat.

"Kalau surat dari presiden jadi, kita serahkan ke pimpinan DPR, nanti pimpinan DPR yang mengembalikan ke istana. Hari ini enggak semua, masih ada satu sesi besok," kata Charles.

"Kalau tidak ada kendala, seharusnya besok ada tes lanjutan dan rapat internal sehingga bisa diumumkan besok malam," imbuh dia.