Kominfo Catat Ada 11 Ribu Hoaks Beredar Jelang Pilpres 2024

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkominfo Budi Arie di Kompleks Parlemen, Rabu (16/8/2023).  Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkominfo Budi Arie di Kompleks Parlemen, Rabu (16/8/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Menkominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan, Kominfo mencatat ada belasan ribu hoaks yang beredar jelang Pilpres 2024. Untuk menanganinya, Budi menyebut, Kominfo sudah berkoordinasi dengan sejumlah platform digital.

"Banyak hoaks berseliweran. Kominfo mencatat bahwa ada 11 ribu hoaks. Kita mau coba semua ekosistem digital kita imbau, platform Google, TikTok dan lain-lain," kata Budi Arie usai membuka acara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI) di Alila Hotel, Solo, Selasa (26/9).

Menurut Budi, Kominfo telah meminta agar seluruh platform digital membantu membersihkan berita hoaks, fitnah, hingga ujaran kebencian di ruang digital. Sehingga, tahun politik 2024 bisa berjalan dengan sehat.

"Isunya hoaks macam-macam, ada fitnah. Yang tidak ada soal hoaks Menkominfo mantan coverboy, ini tidak ada," guraunya.

Ilustrasi media sosial. Foto: Shutterstock

Lebih jauh, Budi mengungkapkan, Kominfo akan terus melakukan patroli di seluruh ruang digital.

Jika ada yang ketahuan menyebarkan hoaks di media sosial, pihaknya akan langsung melakukan pemblokiran akun.

"Kalau sanksi [hukum]nya biar aparat penegak hukum saja. Kita koordinasi dengan pihak pihak [aparat penegak] hukum dan platform," tegasnya.