Komisi E DPRD DKI Usul Operasional Truk di Sekitar JIS Dibatasi, Ini Kata Wagub

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jakarta International Stadium (JIS) Kamis (31/3/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jakarta International Stadium (JIS) Kamis (31/3/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Pemprov DKI untuk memberlakukan jam operasional bagi kendaraan berat atau truk yang melintasi kawasan sekitar Jakarta International Stadium (JIS).

Iman Satria khawatir jalan sekitar menjadi rusak dan berlubang, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan. Hal ini juga dapat membuat masyarakat yang ingin ke JIS merasa tak nyaman.

“Hanya satu catatan komisi E, supaya traffic diperbaiki. Jalanan di sekitar sini diperbaiki, karena saya lihat masih banyak truk yang masuk, ini kurang elok. Bisa berdampak jalanan cepat rusak. Harapannya bisa diatur jamnya, saya rasa itu bisa lebih baik,” ujarnya usai Soft Launching JIS, Selasa (20/4) lalu.

Usul Ketua Komisi E itu pun direspons Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. Dia menuturkan, pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut.

“Tentu semua diperhatikan, kualitas, kemampuan, kekuatan jalan karena memang di daerah situ hari-hari 24 jam lewat situ ya. Masukannya akan kami perhatikan pertimbangkan ya,” ucap Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/4).

Dua warga duduk di tepi Waduk Cincin dengan latar belakang pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/3). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membeberkan alasan Jakarta International Stadium (JIS) dibangun di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pemilihan tempat Jakarta Utara, kata Anies, bukan tanpa sebab. Anies ingin menyampaikan pesan mengenai asal usul Jakarta.

"Stadion dibangun di Jakarta Utara. Kenapa di sana? Karena kami ingin mengirim pesan, bahwa Jakarta itu mulanya di utara. Namanya Sunda Kelapa," kata Anies Baswedan.

Anies menceritakan, pembangunan Jakarta dimulainya dari wilayah Utara. Kemudian, wilayah tersebut berkembang pesat dan menyebabkan terjadinya masalah sosial hingga lingkungan. Melihat hal tersebut, pembangunan terus bergerak dan bahkan bergeser ke wilayah lainnya.

kumparan post embed

Pergeseran itu menciptakan daerah baru. Salah satunya ke wilayah Jakarta Pusat. Di sini, aktivitas sangat berkembang pesat. Hingga, akhirnya Jakarta Pusat terlalu padat, menyebabkan pembangunan kembali bergeser ke arah selatan. Muncul, Jakarta Selatan.