Komisi I DPR Pastikan Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bukan untuk Perang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi. Foto: Massimo Todaro/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi. Foto: Massimo Todaro/Shutterstock

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan pemerintah Italia ke Kementerian Pertahanan RI bukan ditujukan untuk perang.

“Yang jelas ini tentu bukan misi untuk perang. Kalau anu ya mana dikasih. Ya lebih mungkin untuk jaga perbatasan di luar dan untuk momen-momen tertentu helikopter mendarat di sana,” ujarnya usai rapat tentang hibah kapal ini bersama Kemhan di DPR, Senin (20/7).

“Ya kita juga bangga punya seperti ini. Komisi I berterima kasih kepada pemerintah Italia,” tambahnya.

Ia menilai, dengan adanya kapal ini di Indonesia, para militer maritim Indonesia dapat belajar lebih dalam soal teknologi pertahanan laut.

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, saat memberikan keterangan usai rapat kerja bersama Menteri Perthanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

“Saya berpendapat harusnya pelaut-pelaut kita, ahli-ahli soal angkatan kapal, belajar. Ini kan langsung know-how. Ilmunya langsung kita dapat,” ujar Utut.

“Sebelumnya kita hanya dapat cerita, ini kita naikin, kita lihat kekurangannya. Ini produk 40 tahun lalu seperti ini, ke depan seperti apa? Kalau ini tenaganya mungkin dari solar atau dari minyak tanah, itu apa namanya? Kerosene. Bagaimana kalau nuklir? Nah, itu. Tantangan ke depan kan harus lebih oke,” tambahnya.

Rencana hibah kapal ini pun telah disetujui Komisi I. Persetujuan itu akan dilaporkan di rapat paripurna DPR besok untuk disahkan.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi sendiri direncanakan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Kapal tersebut akan bersandar di Teluk Ratai, Lampung, yang saat ini tengah disiapkan sebagai pangkalan dengan progres pembangunan mencapai 76%.