Komisi I DPR Puji Djauhari Oratmangun, Dinilai Layak untuk Dubes China

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Djauhari Oratmangun (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
zoom-in-whitePerbesar
Djauhari Oratmangun (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

Komisi I DPR hari ini menggelar uji kelayakan dan kepatutan bagi 18 calon duta besar Indonesia yang akan ditugaskan di negara-negara sahabat. Salah satu yang melakoni fit and proper test hari ini adalah Djauhari Oratmangun. Djauhari menjadi calon dubes Indonesia untuk China.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan yang digelar secara tertutup tersebut, Djauhari disebut melaluinya dengan baik. Salah satu anggota Komisi I DPR yang ikut dalam fit and proper test itu, Charles Honoris, menyebut Djauhari menunjukkan performa yang meyakinkan diuji.

"Pak Djauhari juga pengalamannya sangat luar biasa. Yang disampaikan sangat bagus ya, yang disampaikan terkait bagaimana meningkatkan pariwisata asing," ujar Charles di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Charles menilai mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus ini, juga memaparkan visinya mengenai bagaimana meningkatkan sektor pariwisata di China.

"Wisatawan di Tiongkok ditargetkan akan terus meningkat, begitu juga dengan perdagangan. Jangan lagi defisit tapi harus bisa neraca perdagangan harus bisa positif ke Indonesia dan beliau juga commit untuk meningkatkan neraca perdagangan yang positif bagi Indonesia," tuturnya.

Saat ini, setelah menyelesaikan tugas sebagai Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Isu-isu Strategis.

Saat menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Rusia, Djauhari sempat menerima medali penghargaan "Sovyet Federatsii. 20 Let" (Dewan Federasi. 20 Tahun) atas jasanya turut meningkatkan hubungan kerja sama parlemen kedua negara. Medali disematkan oleh Wakil Ketua Dewan Federal Rusia, Ilya Umakhanov, atas nama Ketua Dewan Federal Federasi Rusia pada 5 Februari 2016.

Tak hanya itu, pada September 2015, Djauhari juga meraih gelar 'Warga Kehormatan' dari salah satu universitas ternama di Rusia yaitu Don State Technical University (Donskoy Gosudarstvennyy Tekhnicheskiy Universitet-DGTU) di kota Rostov on Don. Djauhari merupakan pejabat karier di Kementerian Luar Negeri. Ia merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada.

Fit and proper calon dubes digelar DPR hari ini dan Selasa (23/10) besok. Berikut daftar calon dubes yang mengikuti fit and proper test:

Adapun daftar calon dubes yang diusulkan Presiden antara lain 13 orang berasal dari pegawai karir Kementerian Luar Negeri dan 5 orang dari unsur masyarakat sipil. Berikut daftarnya:

1. Drs. Ade Padmo Sarwoni, M.A (Cadubes ASEAN)

2. Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M (Cadubes Jerman)

3. Drs. Djauhari Oratmangun (Cadubes Tiongkok)

4. Drs. Hermono, M.A (Cadubes UNWTO)

5. Hersindaru Arwityo Ibnu Wiwoho Wahyutomo, S.H., LL.M (Cadubes Portugal).

6. Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri (Cadubes Myanmar)

7. Irjen Pol. Drs. M. Amhar Azeth, S.H (Cadubes Moldova)

8. Dra. Marina Estella Anwar Bey (Cadubes Bolivia)

9. Muliaman Darmansyah Hadad (Cadubes Liechtenstein)

10. Dra. Niniek Kun Naryatie (Cadubes Argentina, Paraguay, Uruguay)

11. Des. R.P. Pratito Soeharyo (Cadubes Laos)

12. Raden Mohammad Benyamin Scott Carnadi, S.H., M.B.A., LL.M (Cadubes Rep. Fiji, Rep. Kiribari, Rep. Nauru dan Tuvalu)

13. Drs. Rossalis Rusman Adenan,M.B.A (Cadubes Sudan dan Eritrea)

14. Salman Al Farisi, S.E., M.A (Cadubes Rep. Afrika Selatan, Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland, dan Botswana).

15. Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Cadubes Filipin, Kep. Marshall, dan Rep. Palau).

16. Sudirman Haseng, S.E., M.Si (Cadubes Kamboja)

17. Dr. Sudjatmiko, M.A (Cadubes Brunei Darussalam)

18. Prof. Dr. Todung Mulya Lubis (Cadubes Norwegia dan Islandia.