Komisi I Dukung Kelanjutan Misi TNI di Lebanon, Minta Keamanan Prajurit Dijaga
·waktu baca 3 menit

Komisi I DPR mendukung keputusan pemerintah untuk melanjutkan pengiriman pasukan TNI ke Lebanon dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Namun, di tengah dinamika eskalasi Timur Tengah, keselamatan prajurit disebut harus menjadi prioritas utama.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan keberlanjutan pengiriman pasukan perdamaian menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Komisi I DPR RI memandang keputusan Pemerintah untuk melanjutkan pengiriman prajurit TNI ke Lebanon sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Dave dalam keterangannya, Rabu (13/5).
“Kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan hanya mencerminkan tanggung jawab internasional, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan,” lanjutnya.
Menurut dia, misi perdamaian yang dijalankan prajurit TNI di Lebanon tidak hanya membawa mandat internasional, tetapi juga menjadi bagian penting dari diplomasi Indonesia di tingkat global. Karena itu, pemerintah diminta memastikan seluruh personel mendapatkan dukungan maksimal selama menjalankan tugas.
“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit yang bertugas harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI untuk memastikan dukungan logistik, perlengkapan, serta koordinasi yang optimal dengan pasukan PBB dan mitra internasional,” ujar Dave.
“Evaluasi berkelanjutan terhadap dinamika di lapangan perlu dilakukan agar setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugas dengan aman,” sambungnya.
Dave menegaskan, pelaksanaan misi perdamaian harus dilakukan dengan profesionalisme tinggi serta tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
“Misi perdamaian ini perlu dijalankan dengan profesionalisme tinggi, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membawa nama baik bangsa. Komisi I DPR RI menekankan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga disiplin, soliditas, dan semangat juang dengan sikap yang profesional, sehingga kontribusi Indonesia semakin bermakna bagi perdamaian dunia,” tuturnya.
Selain itu, Dave turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI yang akan bertugas di Lebanon. Ia meyakini keberadaan pasukan perdamaian Indonesia dapat semakin memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata dunia internasional.
“Komisi I DPR RI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang akan berangkat. Dengan dukungan rakyat Indonesia, kami percaya bahwa kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon akan memperkuat diplomasi bangsa dan menjadi teladan bagi dunia dalam mewujudkan stabilitas serta keamanan internasional,” kata Dave.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tetap memenuhi komitmen pengiriman pasukan perdamaian untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meski sebelumnya terjadi insiden yang menewaskan personel TNI.
Pada Senin (11/5) Sugiono melepas keberangkatan mereka. Ada 780 prajurit TNI yang berangkat, untuk merotasi pasukan yang sudah ada di sana.
“Tanggal 22 (Mei) rencananya (berangkat),” kata Sugiono kepada awak media, usai pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (12/5).
Sementara juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan insiden yang menimpa pasukan Indonesia di Lebanon merupakan hal yang sangat disesalkan dan Indonesia mengutuk serangan Israel.
Namun, menurut dia, keputusan untuk tetap mengirim pasukan merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian dunia dan amanat konstitusi.
