Komisi I soal Mayjen Dudung Jadi Pangkostad: Tak Masalah, Mutasi TNI Hal Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

Seiring dengan diangkatnya Kasum TNI Letjen Ganip Warsito menjadi Kepala BNPB menggantikan Letjen Doni Monardo, sejumlah jabatan di TNI Angkatan Darat (AD) berotasi.

Salah satunya, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman menjadi Pangkostrad. Artinya pangkat Dudung naik satu tingkat menjadi Letjen.

Dudung menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono, yang sementara akan mengisi jabatan Kasum TNI, yang ditinggalkan Ganip Warsito.

Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani, menilai rotasi itu sudah tepat. Bagi Christina, mutasi perwira tinggi TNI adalah hal yang biasa.

"Saya tidak melihat ada masalah sama sekali. Mutasi di tubuh TNI adalah hal yang sangat biasa," kata Christina saat dimintai tanggapan, Rabu (26/5).

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

Terkait figur Dudung, legislator dapil Jakarta ini memandang tidak ada masalah. Sebab, menurutnya, semua berhak mendapatkan jabatan strategis di TNI.

"Tidak ada masalah, semua perwira tinggi berhak mendapat kenaikan baik pangkat maupun jabatan dalam kariernya," tegas politikus Golkar ini.

Sosok Dudung sempat mendapat sorotan saat menjabat Pangdam Jaya atas sikapnya yang tegas terhadap FPI. Kini posisi Pangdam Jaya diisi Mayjen TNI Mulyo Aji.

kumparan post embed