Komisi I soal TNI Tambah 5 Kodam Baru: Bagian Grand Strategy, Lindungi Warga RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono merespons soal rencana pembangunan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru. Dave mengatakan penambahan Kodam merupakan bagian dari strategi besar TNI untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga Papua.

“Memang, itu sudah bagian dari grand strategy-nya, untuk memberikan perlindungan kepada warga Indonesia, seluruh warga Papua, memastikan pembangunan di berbagai macam bidang dan sektor itu dapat berjalan,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9).

Menurut Dave, Komisi I memandang pembangunan Kodam baru sebagai hal yang penting. Selain menjalankan fungsi pertahanan, pembangunan instalasi militer di sejumlah daerah dinilai dapat memberikan efek ekonomi kepada masyarakat sekitar.

“Penting, tentunya. Karena pembangunan Kodam, pembangunan instalasi-instalasi militer itu memberikan juga dampak efek ekonomi kepada masyarakat setempatnya, gitu kan,” tutur Dave.

Dave menjelaskan, dampak ekonomi tersebut salah satunya muncul dari kebutuhan prajurit yang nantinya ditempatkan di wilayah tersebut. Keberadaan personel TNI akan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai barang dan jasa di lingkungan sekitar.

“Sehingga nanti penempatan prajurit di sana memastikan ada mereka makan, mereka membutuhkan berbagai macam hal. Nah, jadi itu memberikan domino efek yang tinggi,” jelas dia.

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas di Monas, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut TNI berencana menambah lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru. Penambahan tersebut disebut berkaitan dengan strategi pertahanan wilayah, termasuk sebagai bagian dari konsep perlawanan rakyat semesta ketika menghadapi kondisi darurat atau ancaman musuh.

Nas mengatakan, lima Kodam baru tersebut akan diumumkan pada puncak peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

“Rencananya demikian, yang akan dibentuk Kodam baru nanti akan disampaikan lebih lanjut akan disampaikan,” kata Nas saat TNI Fair di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Ditemui terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan pembentukan Kodam berkaitan dengan tugas utama satuan tersebut sebagai komando kewilayahan. Menurutnya, setiap Kodam memiliki tugas utama di bidang teritorial, meski penugasan masing-masing Kodam dapat berbeda.

“Jadi untuk yang Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial. Penugasannya berbeda,” kata Maruli.

Maruli menjelaskan, dalam kondisi darurat, Kodam memiliki peran untuk memimpin perlawanan terhadap musuh.

Maruli kemudian menyebut sejumlah wilayah yang akan menjadi lokasi pembentukan lima Kodam baru. Di antaranya Papua Tengah, NTT, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

“Jadi di Papua satu, di Papua Tengah. Iya, nanti ada, ada 5 yang baru di Flores, Yogya, Malut, dengan satu lagi NTT, Kepulauan Riau,” kata Maruli.