Komisi II DPR Duga Pemilu Serentak Jadi Alasan Angka Golput Tinggi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi II F-NasDem Rifqinizamy Karsayuda. Foto: Facebook/Rifqinizamy
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi II F-NasDem Rifqinizamy Karsayuda. Foto: Facebook/Rifqinizamy

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyoroti peningkatan angka golongan putih (golput) dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Anggota Fraksi NasDem itu menduga ada keterkaitan peningkatan angka golput dengan pelaksanaan Pilkada serentak.

“Komisi II DPR ini sedang mencermati apakah dengan keserentakan pemilihan yang kita lakukan justru menimbulkan anomali terhadap partisipasi masyarakat,” kata Rifqi saat dihubungi, Jumat (29/11).

Terlalu dekatnya jadwal Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pilkada serentak juga diduga menjadi faktor pendukung mengapa angka pemilih merosot.

“Hal-hal seperti ini membuat kontestasi terbatas dalam konteks para kandidat dan bisa jadi kalau kita melakukan riset mendalam berpengaruh terhadap dukungan publik dalam konteks Pilkada,” jelas Rifqi.

Ilustrasi pilkada Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Rifqi belum menjabarkan hasil pengamatannya ini, mengingat prosesi pencoblosan baru dilakukan kemarin lusa, Rabu (27/11).

Sejak hari pencoblosan itu, Komisi II yang menjadi mitra kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum melakukan rapat komisi maupun rapat dengar pendapat dengan KPU untuk mendalami kasus ini.

Sebelumnya, KPU mencatat, salah satu daerah yang mengalami pemerosotan angka pemilih adalah Jakarta. Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 8.214.007, hanya ada 4.357.512 pemilih.

Artinya angka golput di Jakarta mencapai 46,95 persen. Ini merupakan angka golput tertinggi di Jakarta sepanjang sejarah.