Komisi III Akan Tanya Kapolri: Berapa Banyak Rekomendasi Kompolnas Diabaikan?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa pada acara rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI tentang legalisasi ganja medis, Kamis (30/6/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa pada acara rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI tentang legalisasi ganja medis, Kamis (30/6/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Komisi III DPR RI menggelar RDP dengan Kompolnas, Komnas HAM, dan LPSK terkait pembunuhan Brigadir Yosua. Di rapat itu, Komisi III mempertanyakan fungsi Kompolnas yang diwakili sang ketua, Mahfud MD, di kasus ini.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, mengatakan jika rekomendasi yang disampaikan Kompolnas kepada Kapolri diabaikan, itu akan menjadi catatan dan evaluasi untuk Kompolnas.

"Kalau rekomendasi misalnya, tidak direspons Kapolri, buat apa ada Kompolnas, betul enggak? Ini nanti jadi satu catatan rekomendasi adalah kita akan evaluasi," kata Desmond kepada wartawan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/8).

Pada pertemuan yang akan digelar oleh Komisi III pada Rabu (24/8) mendatang, Desmond mengatakan, Komisi III akan mempertanyakan kepada Kapolri seberapa banyak rekomendasi dari Kompolnas yang diabaikan.

"Nanti Rabu juga akan kita tanyakan [ke Kapolri], seberapa banyak rekomendasi Kompolnas yang tidak diperhatikan Kapolri, kita tanya Kapolri," lanjut Desmond.

Desmond melanjutkan, Komisi III memahami Kompolnas yang tidak memiliki perangkat yang dapat digunakan untuk penyidikan. Namun, ia menyayangkan Kompolnas hanya meng-copy paste omongan seseorang, Desmond menyayangkan perbuatan tersebut.

Dalam hal ini, Desmond menyoroti sikap Ketua Harian Kompolnas Irjen Benny Mamoto yang menganggap seolah kasus Ferdy Sambo tidak ada kejanggalan, dengan meyakini skenario Polri soal tembak-menembak.

"Karena saya paham bahwa Kompolnas tidak punya alat atau perangkat yang bisa melakukan penyidikan, yang disayangkan adalah cuma copy paste atas mulut seseorang, ini kan enggak benar gitu loh," pungkasnya.

kumparan post embed