Komisi III ke Capim Poengky: KPK di Titik Nadir, Bagaimana Kembalikan Muruah?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Foto: Fanny Octavianus/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Foto: Fanny Octavianus/ANTARA

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rofiqi, menyebut saat ini KPK tengah berada di titik nadir. Kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah itu berada di posisi buncit dibanding lembaga penegak hukum lainnya.

Rofiqi pun bertanya kepada Capim KPK, Poengky Indarti, terkait langkah yang akan dilakukannya untuk mengembalikan muruah KPK jika terpilih nantinya.

"Kita tahu sekarang KPK berada di titik nadir. Beberapa lembaga survei bahkan Litbang Kompas menyatakan kepercayaan masyarakat kepada KPK itu paling bawah di antara penegak hukum yang lain," ujar Rofiqi dalam fit and proper test Capim KPK di Komisi III DPR RI, Senin (18/11).

"Nah, pertanyaan saya Bu, bagaimana visi misi dan strategi ibu untuk mengembalikan muruah KPK?" tanya Rofiqi.

Poengky Indarti menjalani sesi pendalaman dalam fit and proper test Capim KPK di Komisi III DPR RI, Senin (18/11/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Menjawab pertanyaan itu, Poengky setuju dengan pernyataan Rofiqi. Ia mengakui, memang saat ini KPK sedang berada di titik nadir.

"Terkait dengan pertanyaan KPK berada di titik nadir, saya setuju karena dengan survei-survei terakhir, termasuk survei dari Litbang Kompas menyatakan bahwa KPK berada di level terakhir dari yang sebelumnya pilihan nomor 1," kata Poengky.

Menurut Poengky, yang menjadi masalah utama adalah integritas. Di mana, pada periode saat ini, ada pimpinan KPK yang malah tersandung masalah etik, bahkan pidana.

"Ini yang kemudian membuat masyarakat tidak percaya kepada KPK, dan yang pertama yang memang harus diperbaiki atau yang pertama harus menjadi jaminan adalah integritas," ujar dia.

Sehingga, Poengky menilai, perlu ada seleksi ketat untuk mencari calon pimpinan yang berintegritas. Tak hanya itu, penguatan di internal KPK pun perlu terus dilakukan.

Seperti misalnya penataan Dewas KPK, juga budaya saling mengawasi antarpimpinan maupun pegawai KPK. Termasuk juga pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dan anggota DPR.

"Tegur kami jika nanti kami ada melakukan hal-hal yang, mohon maaf jangan sampai, menyimpang. Tapi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan mohon kami ditegur," ucap Poengky.

Karenanya, Poengky punya visi untuk mengembalikan muruah KPK dengan menunjukkan kinerjanya jika terpilih menjadi pimpinan KPK mendatang. Misalnya, mengusut kasus secara transparan dan tak pandang bulu.

"Penegakan hukum yang tidak pandang bulu, penegakan hukum yang memang sudah berdasarkan bukti-bukti, tidak berdasarkan mohon maaf atas kepentingan-kepentingan politik tertentu. Nah kami akan menghindari hal seperti itu," paparnya.

"Kami harus kembali menggandeng masyarakat, mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan kami untuk mengawasi kami dan juga kami melibatkan media. Karena media suaranya sangat penting bagi kami dengan adanya masyarakat dan media yang kami ajak maka insyaallah KPK akan kembali menjadi kuat," tambah dia.