Komisi III Minta PPATK Belajar dari Polemik Rekening Dormant: Lebih Hati-hati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rekening tabungan di bank. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rekening tabungan di bank. Foto: Shutterstock

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi langkah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang akhirnya membuka kembali 122 juta rekening dormant yang sebelumnya diblokir dan menuai polemik.

Sahroni menilai langkah cepat PPATK dalam merespons kritik publik patut diapresiasi, namun ia mengingatkan agar ke depan kebijakan serupa tidak menyulitkan rakyat.

"Saya mengapresiasi PPATK yang cepat merevisi kebijakannya, sadar bahwa ada kekeliruan. Dan memang harus seperti ini, ini menunjukkan institusi responsif usai mendengar masukan dan keresahan publik," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (6/8).

Ahmad Sahroni saat audiensi bersama keluarga almarhum Dini di Jakarta, Senin (29/7/2024). Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Dia berharap ke depan PPATK lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan agar tidak menyusahkan masyarakat.

"Tapi ke depan, sebagai mitra kerja saya harap PPATK bisa lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, apalagi menyangkut aliran keuangan yang sifatnya sensitif bagi setiap orang. Jangan lah pokoknya kita menyusahkan rakyat," ucap Bendahara Umum NasDem itu.

Dia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kondisi beragam pengguna rekening di Indonesia, terutama masyarakat yang belum sepenuhnya melek digital atau paham layanan perbankan.

"Walaupun tujuannya baik untuk mencegah kejahatan keuangan, tetapi tetap saja, jangan sampai kebijakannya justru jadi merepotkan masyarakat. Apalagi ingat, pengguna rekening bank di Indonesia beragam. Ada lansia, ada masyarakat pedesaan, bahkan ada yang belum cukup teredukasi soal transaksi perbankan," katanya.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana dipanggil Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Selama diblokir oleh PPATK, kata Sahroni, banyak masyarakat terutama orang tua yang kebingungan terutama mereka yang tidak memakai bank digital.

"Mereka bisa bingung dan panik jika rekening tiba-tiba tidak bisa digunakan. Mau melapor bingung harus ke mana, tidak ada yang membantu dan menjangkau mereka. Hal seperti ini yang harus dipertimbangkan,” pungkas Sahroni.

Sebelumnya, PPATK menyatakan telah membuka kembali seluruh rekening dormant yang sempat diblokir untuk memberantas judi online mencapai 122 juta akun.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengatakan mekanisme reaktivasi rekening dormant yang diblokir dari masing-masing perbankan cukup berbeda.

“Ya karena sudah selesai semua rekening yang statusnya dormant berdasarkan teman-teman bank, ya berarti sudah selesai," kata Ivan usai gelaran diskusi Katadata bertajuk Strategi Nasional Memerangi Kejahatan Finansial di Kuningan, Jakarta, Selasa (5/8).