Komisi IV DPR: Banjir Kalsel Imbas Penjualan SDA Tambang, Harus Revolusi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah relawan membantu pengendara sepeda motor agar tidak terbawa arus saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1). Foto:  Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah relawan membantu pengendara sepeda motor agar tidak terbawa arus saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Banjir besar yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Banjir Kalsel melanda 1 kabupaten dan kota, hanya ada 2 yang tidak terendam.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Hasan Aminuddin, berpandangan bencana di Kalsel merupakan hasil atas ulah eksploitasi sumber daya alam yang sudah bertahun tahun terjadi.

"Sudah umum, baik dalam maupun luar negeri karena ini ada penjualan sumber daya alam (SDA), yang disebut batu bara yang tidak mengindahkan ketentuan aturan perundang-undangan," kata Hasan saat dimintai tanggapan, Rabu (20/1).

"Akibatnya hari ini, banjir yang tidak pernah puluhan tahun ya kan, satu generasi tidak pernah mengalami banjir, hari ini sudah ada dampak," imbuh dia.

Menurut Hasan, yang perlu dilakukan dalam mencegah bencana di Kalsel bukan lagi dalam tahap renovasi, tetapi pembenahan besar-besaran yang melibatkan semua pihak.

"Apalagi yang akan datang kalau ini tidak segera dilakukan, bukan renovasi, sebuah revolusilah, untuk pembenahan baik infrastruktur maupun lingkungan," kata Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menyebut Pemda juga harus turut berperan dalam penanggulangan bencana di Kalsel. Namun, tak cukup hanya Pemda, harus didukung oleh pemerintah pusat.

Warga menggendong anaknya melintasi banjir di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

"Pemda tentunya ikut serta ya partisipasi fisik dan sedikit APBD. Namun, Pemda enggak akan mungkin mampu, baik kabupaten kota maupun provinsi untuk melakukan gerakan cepat pemulihan kerusakan sumber daya alam, tanpa didukung oleh politik anggaran pusat. Karena begitu parah bencana ini," jelas Hasan.

Selain itu, sebagai Ketua DPP NasDem bidang agama, Hasan melihat dari sudut pandang agama, banjir Kalsel harus menjadi introspeksi atas ulah manusia.

"Sandarannya agama, ini sebagai sebuah ujian peringatan dari Sang Maha Kuasa kepada penghuni bumi. Semua kejadian tidak hanya di Kalsel, kejadian ini kita jadikan sebagai sebuah introspeksi terhadap ulah manusia yang tidak ramah kepada lingkungan yang menyempurnakan perjalanan kehidupan manusia itu sendiri," pungkas Hasan.