Komisi V Bakal Panggil Kemenhub-Batik Air soal Pilot-Kopilot Tertidur 28 Menit

10 Maret 2024 17:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana saat Rapat Dengar Pendapat dengan komisi V, Selasa (28/1). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat Rapat Dengar Pendapat dengan komisi V, Selasa (28/1). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pihaknya akan mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban Kemenhub dan Batik Air atas insiden pilot dan kopilot yang tidur saat penerbangan Kendari-Jakarta pada 25 Januari 2024. Pihaknya akan membahas hal ini dalam rapat terkait persiapan mudik dan Lebaran pada pekan terakhir Maret mendatang.
ADVERTISEMENT
"Tapi Minggu depan, terus minggu depannya lagi, kita ada rapat dengan Kementerian Perhubungan. Materinya ada dua kali rapat. Pertama soal evaluasi anggaran tahun 2023 dan progres anggaran 2024," kata Lasarus saat dihubungi, Minggu (10/3).
"Dan rapat kedua rapat persiapan mudik dan Lebaran, nah, di momen ini akan kita tanya soal yang tadi," imbuh dia.
Ilustrasi pesawat Batik Air. Foto: Batik Air
Lasarus menerangkan Komisi V yang membidangi transportasi dan perhubungan memang pasti rutin menggelar rapat persiapan dan evaluasi mudik Lebaran. Pada kesempatan ini, semua perwakilan maskapai termasuk Batik Air dan Lion Group akan hadir.
"Nanti kita panggil, nanti dia datang, yang pasti kita bahas di persiapan mudik dan balik Lebaran," ujar politisi PDIP itu.
Lasarus tak menampik bahwa pihaknya bisa saja tak bisa mendapat penjelasan yang lengkap. Namun, ia mendesak investigasi dilakukan menyeluruh, termasuk dugaan eksploitasi perusahaan.
ADVERTISEMENT
"Kalau pelayanan kalau manggil mereka, kan singkat banget rapatnya. Nanti dia jawabnya ngeles juga masa kita maksa," pungkas dia.
Pilot dan kopilot yang menerbangkan pesawat Batik Air Airbus A320 registrasi PK-LUV tertidur bersamaan saat rute penerbangan Kendari-Jakarta pada 25 Januari 2024. Sekitar 28 menit, pesawat terbang secara otomatis, saat pilot dan kopilot tidur.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan kedua awaknya sudah dibebastugaskan sehari setelah insiden.
"Pada 26 Januari 2024, Batik Air mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan (membebastugaskan) sementara pilot penerbangan nomor ID-6723, rute Kendari ke Jakarta yang bertugas pada 25 Januari 2024," kata Danang dalam keterangannya, Sabtu (9/3).