Komisi V DPR Aceh Sidak ke RS Zainoel Abidin, Temukan Sejumlah Alkes Rusak

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh.
Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi, mengatakan sidak dilakukan lantaran adanya laporan dan keluhan masyarakat tentang pelayanan RS yang dinilai tidak memenuhi standar.
Setiba di RS Zainoel Abidin, Fahlevi bersama seluruh anggota Komisi V didampingi Plt Direktur RSUD Zainoel Abidin langsung mengunjungi sejumlah ruangan seperti IGD, Unit Transfusi Darah, Instalasi Bedah Sentral, dan mengunjungi sejumlah ruangan rawat inap yang akan direnovasi pada tahun 2021.
“Saat kami sidak, kami menemukan beberapa kekurangan. Di antaranya, tidak ada satu orang pun pegawai BPJS yang standby di RS untuk melayani pasien. Kami akan segera panggil BPJS,” ujar Fahlevi kepada wartawan, Kamis (25/3).
Seharusnya, kata Fahlevi, ada pegawai BPJS Kesehatan yang berada di tempat untuk memberi pelayanan terbaik bagi rakyat Aceh. Namun, saat pihaknya ke RS, tidak ada satu pegawai BPJS di sana.
Selain itu, Komisi V DPRA juga menemukan sejumlah alat kesehatan yang rusak seperti mesin anatesis dalam, serta beberapa alat kesehatan lainnya.
“Begitu juga halnya dengan alat kesehatan, masih banyak yang rusak,” ucap Fahlevi.
Untuk itu, ia meminta manajemen RS Zainoel Abidin membenahi kekurangan tersebut guna memastikan seluruh layanan rumah sakit tetap berlangsung dengan baik.
Ia pun meminta RS meningkatkan pelayanan terhadap pasien, ruangan-ruangan harus segera diperbaiki mulai dari IGD, rawat inap serta tata kelola rumah sakit harus lebih bersih dan rapi.
“Kami mengharapkan pihak manajemen harus segera berbenah dari pelayanan dan koordinasi dengan RS Kabupaten/Kota tetang pasien rujukan,” tutupnya.
