Komisi V DPR Dukung Wacana Prabowo Integrasikan BMKG-Badan Geologi: Ide Bagus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyebut pihaknya mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengintegrasikan BMKG dan Badan Geologi untuk efektivitas penanganan bencana.

Menurut Lasarus, pengintegrasian kedua badan itu bisa dilakukan untuk efisiensi.

“Ya kami prinsip mendukung ya. Karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah tuh seperti apa, gitu loh. Kami sifatnya kan menerima, ya. Memang kalau menurut kami sih kalau mau mempersedikit badan ya, ada baiknya sih dari sisi efisiensi juga ya. Karena koordinasi juga jadi lebih mudah,” ujar Lasarus di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/9).

Menurutnya, BMKG dan Badan Geologi memiliki kesinambungan dalam pemantauan erupsi gunung dan dampaknya.

"Kan geologi itu mengamati tentang aktivitas gunung berapi, kemudian nanti dampak dari letusan itu kan BMKG kan juga punya instrumen yang peralatan dan seterusnya, sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG,” ucap Lasarus.

“Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi, ya,” tambahnya.

Terkait administrasi, Lasarus menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, termasuk soal Badan Geologi masih berada di bawah Kementerian ESDM, sementara BMKG tidak.

"Ya tergantung pemerintah ya. Itu kan masalah administratif sebetulnya. Ini lebih kepada administratif dan kemudian koordinasi di pemerintah. Kalau fokusnya ke mana dulu? Kalau fokus ke bencana, menurut saya memang jauh lebih efektif barang itu ada bersama BMKG,” tutur Lasarus.

"Karena sebagian peralatan BMKG ini juga dipakai oleh Badan Geologi, untuk data geologi gitu loh. Jadi, monggo saja lah, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan menurut saya baik sih. Ide itu baik,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara dari di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Lasarus pun menilai, hal utama yang harus dipersiapkan dalam wacana ini adalah kesiapan personel dan administrasi.

"(Yang harus dipersiapkan) ya paling soal personel aja kan? Masalah personel dan masalah administratif kenegaraan saja kalau menurut saya. Jadi nggak ada masalah sih kalau kami, ya. Oke-oke aja,” tambah Lasarus.

Lasarus menegaskan, wacana Prabowo ini adalah ide yang bagus.

“Ide yang bagus lah. Ya, kita dukung,” tandasnya.

Adapun usulan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus terkait posisi Indonesia yang berada di cincin api Pasifik atau ring of fire.

“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.

Prabowo menilai usaha pemerintah memitigasi bencana sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah akan terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.

“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.