Komisi V Heran Sistem BMKG Eror Beri Peringatan Tsunami: Bencana itu Sensitif
·waktu baca 2 menit

Warga di Bali hingga Jatim kaget menerima pesan singkat dari BMKG soal peringatan dini tsunami pada 4 Juni. BMKG mengklarifikasi hal itu sebagai kesalahan sistem.
Anggota Komisi V DPR --Mitra BMKG-- Muhammad Fauzi, menyayangkan kesalahan sistem tersebut. Bagi negara yang rentan bencana seperti Indonesia kesalahan itu seharusnya tak terjadi.
"Kejadian ini sangatlah membuat prihatin. Seharusnya di negara yang bencana menjadi sesuatu yang sering terjadi, bahkan kita sudah menjadi supermarket bencana. Sangat naif itu terjadi," kata Fauzi saat dimintai tanggapan, Kamis (27/5)
Fauzi berpandangan, alat BMKG yang selama ini digunakan sudah harus dimodernisasi dan diperbaharui.
"Selain itu sosialisasi dan koordinasi setiap elemen harus lebih ditingkatkan. Perlu diingat masalah bencana ini sangatlah sensitif sekali di masyarakat. Mudah sekali masyarakat terprovokasi psikologisnya dalam menghadapi bencana ini," beber politikus Golkar ini.
"Apalagi bila kesalahan itu, diakibatkan dari alat yang mengalami kesalahan," sambung Fauzi.
Lebih lanjut, ia mendesak kesalahan informasi dan eror sistem di BMKG ini diinvestigasi agar insiden peringatan dini tsunami yang sudah meresahkan warga tak terulang.
"Mulai sosialisasi, penanganan, pembenahan dan perbaikan serta pengawasan harus lebih ditingkatkan," pungkas legislator dapil Sulsel ini.
Berikut bunyi pesan BMKG yang ramai di twitter itu:
"Peringatan Dini Tsunami di JATIM,NTB,BALI,NTT,JATENG, Gempa Mag:8.5, 04-Jun-21 10:14:45WIB. Lok:10.50LS,114.80BT,Kdlmn:10Km::BMKG," demikian bunyi pesan tersebut.
