Komisi V Minta Heli Dikerahkan Cari 5 Wartawan yang Hilang Saat Liput Krakatau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI & Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana dan 2 helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pada Minggu (30/11/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI & Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana dan 2 helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pada Minggu (30/11/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta Basarnas dan institusi terkait mengerahkan upaya maksimal untuk mencari 5 wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka hilang kontak saat berlayar di Selat Sunda, pada Senin (7/9).

Salah satu yang disinggung Syaiful adalah pengerahan alat-alat terbaik untuk mencari mereka.

“Iya, saya kira termasuk stakeholder lain saya kira bisa dimaksimalkan. Termasuk kalau sudah dimungkinkan tidak hanya menggunakan alat dan prasarana kapal atau yang lain, kita berharap bisa dimaksimalkan,” ujar Syaiful saat dihubungi kumparan, Rabu (9/9).

Ia juga menekankan pengerahan helikopter dalam upaya tersebut.

“Misalnya kalau sudah sangat memungkinkan menerjunkan helikopter gitu, supaya cepat ketahuan situasinya kayak apa,” katanya.

Syaiful juga mengatakan Basarnas perlu secepatnya melakukan upaya penyelamatan dan memobilisasi peralatan terbaik untuk memastikan keberadaan kelima wartawan tersebut.

“Ya, yang pertama, kita minta Basarnas untuk secepatnya melakukan upaya rescue secepat-cepatnya melakukan pencarian. Dan memobilisasi alat yang terbaik supaya keberadaan mereka bisa secepatnya di ditemukan,” kata.

“Kita berharap tidak terjadi apa-apa, tapi kita ingin ini semua secepatnya dipastikan. Apakah mereka sedang berlabuh di pulau tertentu dan seterusnya itu,” lanjutnya.

5 Wartawan Hilang Kontak

Sebelumnya, lima wartawan dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Rombongan hilang kontak sejak Senin (7/9) saat berlayar menggunakan kapal untuk memotret gunung tersebut.

Adapun kelima wartawan itu, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan wartawan freelance. Mereka bertolak dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kades Sukajadi Sandi Wyasa membenarkan hilang kontaknya speedboat yang mengangkut kelima wartawan. Selain wartawan, kapal tersebut juga membawa satu tour guide dan dua kru kapal.

Sandi bercerita, kontak terakhir yang dilakukan tour guide rombongan tersebut. Ia bilang tour guide bernama Heri Bonsay itu sempat menghubungi keluarga.

“Itu si guide-nya sempat ngirim foto ke istrinya (lagi di Krakatau) sekitar jam 18.14 WIB, dan bilang aman. Tapi setelah itu enggak ada kabar lagi,” ucap Sandi.

Menurut Sandi, harusnya rombongan tersebut pulang pada Senin (7/9) malam.

“Jadi ada 5 orang fotografer itu mau sewa boat, dan guide-nya itu Heri Bonsay. Dan berangkat lah hari Senin jam 2-an, dan itu rencananya tektok,” ujarnya.

“Kalau jam 2 siang berangkat itu nyampe Krakatau itu jam 4 sore, dan harusnya perkiraan jam 8 malam itu sudah pulang. Kondisi sekarang memang lagi angin selatan, lagi kencang angin,” imbuh Sandi.