Komisi V Soal Pilot Smart Av Tewas Ditembak: Kalau Tak Aman, Tutup Bandaranya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Smart Aviation. Foto: Hanafi Zul Afkar/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Smart Aviation. Foto: Hanafi Zul Afkar/Shutterstock

Pesawat PK-SNR rute Tanah Merah–Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Air Aviation ditembaki orang tak dikenal (OTK) saat hendak mendarat di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).

Pesawat tersebut membawa 13 penumpang, termasuk satu bayi.

Akibat insiden tersebut, pilot dan kopilot tewas. Keduanya sempat melarikan diri ke hutan saat kejadian. Nahas mereka tertangkap dan dieksekusi.

Pesawat Smart Aviation. Foto: IG/@smart.cakrawala.aviation

Kelemahan Pengamanan Objek Vital

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti aspek pengamanan bandara yang dinilainya lemah. Ia menegaskan bandara merupakan objek vital yang seharusnya memiliki standar pengamanan ketat.

“Kawasan bandara itu bagian objek vital. Nah objek vital itu seharusnya dilakukan pengawalan secara cukup standar pengawalan objek vital,” ujar Lasarus di DPR, Rabu (11/2).

“Jadi saya rasa ini peringatan bagi pemerintah untuk kiranya seluruh bandara yang ada termasuk di Papua itu dilakukan pengamanan yang cukup seusai dengan karakteristik dan kondisi daerah masing-masing,” lanjutnya.

Lasarus menilai, pengamanan bandara di wilayah Papua seharusnya mendapat perhatian khusus mengingat kondisi keamanan di daerah tersebut.

“Saya sebut ini kelemahan, kelemahan dalam pengamanan objek vital bandara di Papua,” tegasnya.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Minta Kemenhub Evaluasi, Opsi Penutupan

Lasarus juga meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi terhadap operasional Bandara Koroway Batu.

“Ya ini dievaluasi dong, kalau memang layak operasi terus, tapi kalau memang tidak aman jangan dioperasikan lagi, tutup aja bandaranya,” ucapnya.

“Iya dong, karena membahayakan orang yang keluar-masuk ke bandara itu. Dan negara tidak bisa memberikan jaminan keamanan, berarti kan kita ndak bisa mengoperasikan, tutup bandaranya. Pilihannya itu. Atau tetap operasi tapi dilakukan pengamanan yang cukup,” tandas Lasarus.

video from internal kumparan