Komisi VIII DPR Pantau Haji di Saudi: Katering dan Standar Kesehatan Bagus

Perwakilan Komisi VIII DPR yang bermitra dengan Kementerian Agama, tiba di Arab Saudi untuk mengikuti sekaligus memantau proses pelaksanaan ibadah haji 2022.
Mereka lebih dulu mengunjungi Klinik Kesehatan Haji (KKHI) di Madinah, sebelum nanti ke Makkah dan mengawasi rangkaian ibadah haji.
"Kami dari Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan di Madinah kita ingin mengecek sejauh mana kesesuaian antara anggaran yang dikeluarkan dan kondisi di lapangan," ucap Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis, di Madinah, Kamis (23/6).
"Kita sudah lihat katering cukup bagus, standar kesehatannya standar SOP-nya juga bagus,"
- Iskan Qolba Lubis
Menurutnya, layanan kesehatan KKHI sudah sudah setingkat rumah sakit tipe C yang menyediakan banyak layanan dokter spesialis dengan banyak tempat tidur.
"Kita ucapkan terima kasih pada dokter-dokter medis yang sudah sabar merawat jemaah haji kita," ucap politikus PKS itu.
Soal kesehatan, menurutnya, banyak jemaah Indonesia membawa penyakit bawaan alias komorbid. Karena itu, dia menaruh perhatian agar Kemenkes memastikan jemaah yang berangkat adalah yang secara kesehatan sangat mampu.
"Kta terima kasih pada teman-teman di sini. Mudah-mudahan anggaran kesehatan tahun depan mulai normal, karena tahun ini baru setengahnya," ucapnya.
"Walaupun tadi sedikit ada keluhan, sebagian obat-obat sulit masuk. Itu memang sudah kebijakan Saudi Arabia lebih ketat. Mudah-mudahan ke depan bisa kita bicarakan jalan keluarnya karena bagaimana pun obat-obat itu kan sangat penting," paparnya.
Dia mengatakan tidak ada masalah berarti pelayanan pada jemaah haji sejak tiba perdana pada 4 Juni ke Madinah sebagai gelombang pertama, dan gelombang kedua ke Jeddah.
"Kalau di Madinah relatif tidak ada (masalah), karena tempatnya nyaman bagus-bagus. Mereka (jemaah) nyaman, bahkan mereka pingin di Makkah itu supaya ketemu, berarti kan tidak ada keluhan mereka di Madinah ini, cuma ada keluhan itu misal masakan kurang pas, itu sudah biasa, tapi enggak terlalu penting, yang penting standar gizinya terpenuhi," tegasnya.
