Komisi X Minta BRIN Bantu Cari Korban Longsor Cisarua: Pakai Teknologi GPR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera memanfaatkan teknologi yang dimiliki mereka untuk membantu pencarian korban bencana di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Permintaan itu disampaikan Esti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Kepala BRIN Arif Satria di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1).

"Pak Arif Satria kemarin menyampaikan kepada kami terkait dengan ground penetrated radar (GPR) yang untuk bisa mencari mayat di kedalaman puluhan meter," kata My Esti.

Komisi X DPR RI menggelar rapat dengan pendapat (RDP) dengan Kepala BRIN Arief Satria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Menurut Esti, teknologi tersebut sangat dibutuhkan mengingat banyaknya korban dalam satu lokasi bencana. Ia menambahkan, musibah besar yang terjadi di Cisarua menuntut adanya respons cepat dari seluruh pihak.

"Saat ini sedang terjadi musibah besar yang langsung di satu lokasi itu begitu banyak korban yaitu di Cisarua, kami berharap BRIN mengambil langkah cepat untuk ini," ujarnya.

Esti berharap alat yang dimiliki BRIN dapat segera dimanfaatkan di lokasi bencana.

"Maka saya berharap Prof untuk segera digunakan alat itu untuk mencari sanak saudara kita yang berada di lokasi tersebut dan menjadi korban," ucapnya.

Anggota tim SAR gabungan membawa alat Ground Penetrating Radar (GPR) untuk melakukan pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Sabtu (11/1). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Menanggapi hal itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan pihaknya telah mengambil langkah cepat. Ia menjelaskan BRIN memiliki drone yang mampu mendeteksi hingga kedalaman 100 meter dan sebelumnya telah digunakan di Aceh.

"Nah jadi kami sudah perintahkan untuk segera memobilisasi alat itu untuk bisa berkolaborasi dengan BNPB dan juga dengan instansi yang berkait dalam rangka pencarian korban karena memang drone yang kita miliki dapat mendeteksi sampai dengan kedalaman 100 meter," kata Arif.

Ia menambahkan drone tersebut kini telah kembali dari Aceh dan siap digunakan untuk membantu penanganan bencana di Jawa Barat.

"Jadi sekarang itu drone sudah kembali dan kemudian di Aceh sudah digunakan dan titik-titik air itu, titik-titik yang berpotensi untuk menjadi pusat pompa air itu sudah diserahkan kepada daerah ini informasinya jadi itu yang sudah kami lakukan," tandasnya.

kumparan post embed