Komitmen Pram Tuntaskan Proyek Mangkrak: Tiang Monorel Hingga Kalijodo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Koordinator Stafsus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Koordinator Stafsus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen menyelesaikan sejumlah proyek mangkrak di Jakarta. Mulai dari tiang monorel di Rasuna Said, lahan RS Sumber Waras, hingga penataan kawasan Kalijodo.

“Saya meminta kepada seluruh jajaran, tidak boleh menurunkan kualitas kita di dalam membangun Jakarta,” ujar Pramono saat townhall meeting bersama Camat dan Lurah di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/12).

Salah satu fokus pembenahan adalah proyek tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said. Pramono menyebut pengerjaan awal akan dimulai dalam waktu dekat.

“Saya sudah minta bulan Januari kita mulai untuk dilakukan pembersihan, dan nanti di Rasuna Said kita buat pedestrian-nya lebih baik, ruang terbuka hijaunya menjadi lebih baik, dan mudah-mudahan juga bisa mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta,” ucapnya.

Pengendara melintas di dekat tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ia menambahkan, berdasarkan laporan Dinas Perhubungan, perbaikan menyeluruh di kawasan itu diperkirakan mampu mengurangi macet hingga 14 persen.

Selain monorel, Pramono menyoroti sederet proyek lain yang sudah lama tidak terselesaikan.

"Termasuk yang beberapa waktu yang lama tidak terselesaikan, flyover di Pluit, jalan yang ada atas dan bawah yang kemudian menyebabkan mobil banyak yang jatuh. Rumah Sakit Sumber Waras, dan sebagainya. Mari kita lakukan untuk kita selesaikan,” katanya.

Pramono menegaskan, pendanaan untuk penyelesaian proyek-proyek tersebut tidak harus bergantung pada APBD.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lahan di RS Sumber Waras, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

“Untuk membangun Jakarta tidak semuanya harus dari APBD. Salah satu kekuatan Jakarta sebagai kota besar adalah kalau kita bisa membangun yang disebut trust, membangun kepercayaan,” ujar Pramono.

“Kalau trust ini bisa kita bangun, saya yakin banyak yang akan berperan serta,” lanjutnya.

Dalam proses pembenahan itu, Pramono juga menyebut keterkaitannya dengan para gubernur Jakarta terdahulu. Ia menuturkan, percakapannya dengan mereka beberapa di antaranya mengenai proyek yang belum rampung.

“Termasuk yang lain, terus terang monorel itu ketika saya ketemu dengan Bang Yos (Sutiyoso). Langsung beliau bilang, monorel. Alhamdulillah monorel selesai (akan diproses),” kata Pramono.

Ia melanjutkan, “Ketika saya ketemu Pak Ahok, saya bilang apa yang menjadi beban Bapak yang belum selesai, Sumber Waras. Alhamdulillah Sumber Waras segera bisa kita bangun. Termasuk JIS tentunya semua orang tahu itu adalah idenya Mas Anies,” lanjutnya.

Kondisi RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, Jumat (16/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Pramono juga menyinggung pesan mantan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo soal Air Mancur Menari di Lapangan Banteng, serta usulan revitalisasi Kalijodo yang disampaikan Ahok.

“Kalau bisa Kalijodo dihidupkan lagi. Saya bilang, jangan khawatir Pak Ahok. Memang dulu Kalijodo itu dari haram jadah, tiba-tiba menjadi tempat sajadah, menjadi bagus. Berganti pemimpin menjadi haram jadah lagi,” tuturnya.

Pramono memastikan seluruh proyek tersebut akan dituntaskan demi memperbaiki wajah Jakarta.

“Kalau saya, sudahlah, semuanya kita lakukan, kita perbaiki. Dan saya yakin satu tahun ke depan pasti wajah Jakarta sedikit mengalami perubahan,” tutupnya.